
Ilustrasi lansia.
JawaPos.com–Bumi makin tidak bersahabat akibat perilaku manusia terhadap alam. Dampak polusi dan perubahan iklim ternyata memicu ancaman penyakit.
Banjir, cuaca tak menentu, gelombang panas, mengancam kesehatan manusia dan meningkatkan kemungkinan kebakaran hutan. Ditambah lagi kualitas udara menunjukkan tingkat polusi yang tidak sehat.
Penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Southern California, seperti dilansir dari Science Alert, Rabu (31/8), menunjukkan gabungan pemanasan global dan polusi udara mengancam kesehatan manusia, terutama untuk populasi rentan seperti orang dewasa yang lebih tua (lansia).
Penelitian dilakukan melaporkan 1,5 juta kematian dari 2014 hingga 2020 yang terdaftar di California. Kematian melonjak sebagai dampak 2 risiko itu.
Risiko kematian akibat gelombang panas dan pencemaran polusi udara meningkat sekitar 3 kali lebih besar. Semakin ekstrem suhu dan polusi, semakin tinggi risikonya.
Selama 10 persen teratas dari hari-hari terpanas dan paling tercemar, risiko kematian meningkat sebesar 4 persen dibandingkan dengan hari-hari tanpa ekstrem. Paling berisiko adalah orang dewasa yang lebih tua di atas usia 75 tahun. Risiko kematian meningkat lebih dari sepertiga pada hari-hari itu.
Peristiwa itu memicu stres oksidatif. Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara produksi molekul yang sangat reaktif yang dikenal sebagai spesies oksigen reaktif, atau ROS, dan kemampuan tubuh untuk menghilangkannya.
Daftar Ancaman Penyakit
Situasi itu dikaitkan dengan penyakit paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa efek polusi udara dan panas ekstrem lebih besar ketika suhu malam tinggi dan polusi terjadi bersamaan.
Suhu malam yang tinggi dapat mengganggu tidur dan berpotensi berkontribusi pada kondisi kesehatan kronis seperti penyakit jantung dan obesitas, serta mengganggu cara tubuh mengatur suhu.
Orang dewasa yang lebih tua mungkin lebih rentan terhadap efek panas yang ekstrem dan paparan polusi udara. Sebagian karena stres itu muncul di atas kondisi kesehatan kronis terkait usia seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit paru-paru kronis.
Gangguan pengaturan suhu tubuh sebagai respons terhadap panas juga dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Orang dewasa yang lebih tua mungkin kurang bergerak. Mereka yang paling berisiko.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
