
Photo
JawaPos.com - Teknologi digital di bidang kesehatan semakin luas dimanfaatkan selama pandemi Covid-19 karena keterbatasan mobilitas. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin ingin agar transformasi digital di bidang kesehatan memudahkan masyarakat.
Tidak ada lagi antrean lama yang membuat masyarakat tidak nyaman. Budi menekankan pelayanan kesehatan harus mudah diakses masyarakat.
"Saya ingin segala hal yang membuat masyarakat tidak nyaman itu seperti antrean, parkir, dan nanti berikutnya kebersihan segera dibenahi," ujar Budi dalam keterangan Kemenkes baru-baru ini.
Hal ini sejalan dengan enam pilar transformasi kesehatan yang ditargetkan hingga 2024. Pertama, Transformasi Layanan Primer. Kedua, Transformasi Layanan Rujukan. Ketiga, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan.
Keempar, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan. Kelima, Transformasi SDM Kesehatan. Terakhir, Transformasi Teknologi Kesehatan.
Pembenahan pelayanan antrean di rumah sakit merupakan bentuk transformasi kesehatan di pilar kedua yakni transformasi layanan rujukan. Bentuk transformasi ini tidak hanya fokus pada pemenuhan fasilitas dan alat kesehatan untuk mengatasi berbagai penyakit.
Transformasi juga untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan tanpa antre dalam waktu yang lama. Hal senada juga dilakukan oleh sejumlah fasilitas kesehatan.
Dalam pelayanan kesehatan, sejunlah klinik mengedepankan prinsip one stop solution dengan berbagai layanan termasuk Medical Check Up. Diantaranya, konsultasi dokter umum dan spesialis, tindakan medis (rawat luka, KB), vaksin, sunat, laboratorium dan pemeriksaan penunjang (rekam jantung, audiometri, spirometri, USG) dan lainnya.
"Dengan teknologi digital seperti mobile-apps yang menyediakan lebih banyak opsi layanan kesehatan yang menjangkau seluruh Indonesia," ujar Praktisi Kesehatan dari Klinik Tirta Medical Centre (TMC) dr.Monika Aprilyanti selaku Business Development Manager di Bellagio Mall Mega Kuningan.
Sehingga, kata dia, teknologi digital juga memberikan pelayanan kepada pasien termasuk kemudahan dalam mengakses hasil dari pemeriksaan. Dalam hal ini, termasuk menjamin bahwa data dan kerahasiaan pasien tetap terjaga dengan kecanggihan sistem teknologi yang teruji.
"Sistem teknologi dalam layanan kesehatan juga menjaga keamanan. Sehingga data pasien disimpan terpusat yang dijaga dengan sesuai standar keamanan yang ada," ungkap dr. Monika.
Dengan kata lain, kata dia, teknologi digital memiliki sistem IT dengan keamanan digital. Ini tentu memudahkan pasien mulai dari pendaftaran, pemilihan layanan, pembayaran hingga perilisan hasilnya. Selain itu, pasien juga dapat mengakses hasil melalui aplikasi WhatsApp, email, maupun web-apps.
Artinya, kata dr. Monika, pasien tidak perlu repot untuk menyimpan riwayat medis, yang berpotensi hilang ataupun rusak. Sebab, semuanya sudah tersimpan di dalam satu layanan sistem IT, yang bisa dicek kapanpun dan cukup dengan mengoperasikan ponsel genggam.
"Setelah itu pasien dapat memilih layanan sesuai lokasi dan waktu yang diinginkan dan juga pasien dapat melakukan pembayaran di dalam web-apps tersebut. Lalu pasien tinggal datang ke lokasi klinik sesuai jadwal. Setelah selesai, maka hasil dapat langsung dilihat melalui web-apps tersebut," tutup praktisi kesehatan TMC dr. David Edward.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
