Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Maret 2022 | 20.47 WIB

Alat Kesehatan Indonesia Tak Kalah dengan Luar Negeri, Ini Kata Dokter

Ilustrasi alat kesehatan yang banyak digunakan para medis - Image

Ilustrasi alat kesehatan yang banyak digunakan para medis

JawaPos.com - Masyarakat Indonesia sering lebih memilih berobat ke luar negeri. Alasannya, fasilitas dan teknologi alat kesehatan di negara lain disebut lebih maju ketimbang di luar negeri.

Alasan itu tentu kurang tepat.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan bicara soal teknogi kesehatan apapun teknologi maka terkait erat dengan kualitas dan safety. Alat kesehatan tentu memiliki syarat nilai radiasi yang rendah.

Hal kedua, sebagai seorang pengguna atau nakes, maka alat teknologi kesehatan dengan Artificial Inteligence saat ini memudahkan nakes untuk skrinning atau mendeteksi penyakit serta keluhan pasien.

"Artificial Inteligence dalam teknologi memudahkan seseorang dokter menegakkan diagnosis. Apa yang terdiagnosa langsung muncul langsung di layar. Maka dokter tak usah buka buku panduan lagi," jelas Prof Ari di RSUI, Depok, Jawa Barat dalam dialog Mobile Digital X-Ray Berteknologi Artificial Intelligence oleh FUJIFILM baru-baru ini.

Ia juga menilai teknologi kesehatan di Indonesia semakin maju. Dan tidak benar jika alat kesehatan di luar negeri jauh lebih maju dibanding di dalam negeri.

"Sebab ketika alat kesehatan datang ke Indonesia dengan teknologi terbaru, maka alat itu juga datang ke Malaysia dan Singapura serta negara lainnya. Jadi tidak benar teknologi kesehatan kita ketinggalan," katanya.

nstalasi FDR Nano menggunakan Artificial Inteligence dapat membantu para ahli kesehatan mendiagnosis beberapa penyakit. Apa saja?

Atelektasis, Kalsifikasi, Fibrosis, Nodul, Efusi Pleura, Kardiomegali, Pneumothorax, dan sebagainya melalui foto rontgen. Mobile Digital X-Ray, alat FDR Nano lebih mudah dipindahkan sehingga pasien bisa tetap berada di tempat masing-masing.

"Waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan foto rontgen pun lebih cepat, dengan hasil yang tepat dan akurat dengan teknologi FDR Nano," kata Managing Director of FUJIFILM Asia Pacific Haruto Iwata.

Direktur Utama RSUI, Dr. dr. Astuti Giantini, Sp.PK(K), MPH mengatakan terobosan teknologi alat sinar-X mendukung layanan kesehatan yang diberikan untuk para pasien. Para tenaga kesehatan bisa meningkatkan pelayanan terutama juga melatih para dokter muda yang masih menjalani proses pendidikan.

"Sehingga ke depannya bisa menjadi bukti bahwa kualitas pelayanan kesehatan semakin canggih, cepat, dan mudah didapatkan oleh masyarakat," jata dr. Astuti.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore