
CEK: Salah satu gejala dari kanker limfoma adalah pembesaran kelenjar getah bening. Biasanya yang membengkak di bagian selangkangan, leher, atau ketiak. (Foto Ilustrasi Diperagakan Model - Alfian Rizal/Jawa Pos)
Bulan ini tak ada awan kelabu lagi yang bergelayut di pangkuan hati sang pangeran cinta, Ari Lasso. Kakinya bakal siap melangkah lebih kukuh mengejar matahari setelah medis menyatakan kanker langka di dalam tubuhnya pupus.
---
SELAMAT datang kembali, Oppa Ari! Agustus tahun lalu, Ari membawa kabar yang mengejutkan publik. Lewat channel YouTube Deddy Corbuzier, Ari mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis kanker darah limfoma. Istilah lainnya adalah diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). Pria kelahiran Madiun, 1973, itu menyampaikan bahwa kanker yang diidapnya tergolong langka. Jarang terjadi.
DLBCL tergolong kanker agresif dan berpotensi mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan segera. Dokter Putu Niken Ayu Amrita SpPD-KHOM mengungkapkan, ada dua jenis utama kanker limfoma atau kelenjar getah bening. Pertama, limfoma hodgkin yang melibatkan tipe limfosit sel B yang tidak normal disebut sel reed-sternberg. Jenis kanker itu termasuk limfoma yang lebih jarang terjadi. Lalu, yang kedua, limfoma non-hodgkin (LNH) adalah jenis yang paling umum. Biasanya berkembang dari limfosit B dan T (sel) di kelenjar getah bening atau jaringan di seluruh tubuh.
Niken menyatakan, limfoma memiliki sejumlah gejala yang perlu diwaspadai. Salah satunya, pembesaran kelenjar getah bening biasanya di selangkangan, leher, atau ketiak. Atau, lanjut dia, dapat juga ditemui di tempat lain seperti limpa, saluran cerna, dan rongga dada atau mediastinum. ’’Dapat diikuti gejala penyerta yang disebut gejala B seperti demam, kelelahan, dan keringat malam,’’ imbuhnya.
Staf Medis Fungsional Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unair RSUD dr Soetomo Surabaya itu menambahkan, limfoma termasuk keganasan yang agak sering ditemui. Termasuk nomor 7 keganasan di Indonesia. Berdasar data dari lembaga survei dunia Global Cancer Observatory (Globocan), ditemukan 16.125 kasus baru limfoma non-hodgkin di Indonesia pada 2020.
Hingga kini, penyebab pasti limfoma non-hodgkin belum diketahui. Namun, menurut Niken, diketahui ada faktor risiko yang meliputi beberapa hal. Di antaranya, sistem kekebalan tubuh yang lemah, paparan beberapa bahan kimia, infeksi helicobacter pylori kronis, radiasi atau kemoterapi sebelumnya, dan penyakit autoimun.
Bagaimana pasien menjalani pemeriksaan di awal? Niken menjelaskan, proses diagnosis awal untuk limfoma non-hodgkin adalah pemeriksaan fisik, gejala-gejala yang dialami, dan detail riwayat kesehatan. Jika ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening di area tubuh tertentu dan organ limpa, tanpa dapat menemukan penyebabnya, pasien bakal menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.
Beberapa pemeriksaan lebih lanjut, antara lain, pemeriksaan biopsi untuk mengambil sampel jaringan yang membesar, kemudian akan diperiksa di laboratorium. Jika ditemukan limfoma non-hodgkin, pemeriksaan dilanjutkan untuk mengetahui stadium dan area persebarannya, sekaligus menentukan tipe limfoma non-hodgkin yang tumbuh. Niken menyampaikan, macam-macam biopsi yang dapat dilakukan adalah biopsi bedah, biopsi jarum, serta biopsi lainnya (biopsi dan aspirasi sumsum tulang, lumbal pungsi, dan sampel cairan peritoneal atau pleura).
Pemeriksaan lainnya selain biopsi adalah pemeriksaan darah lengkap dan urine untuk melihat seberapa lanjut suatu limfoma atau untuk mengetahui kadar sel darah putih atau sel darah merah atau keping darah. Tes kimia darah untuk memastikan fungsi hati dan ginjal. Pemeriksaan pada lactate dehydrogenase (LDH) dilakukan karena sering kali meningkat pada limfoma.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
