alexametrics

Ahli Gizi Sebut Camilan Buah dan Susu Sehat Untuk Anak, Ini Alasannya

22 Januari 2021, 22:36:11 WIB

JawaPos.com – Para orang tua harus memahami bagaimana memberikan edukasi pada buah hati soal gizi seimbang. Salah satunya saat memilih camilan. Apalagi di masa pandemi, Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada anak bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam diskusi virtual #CamilanBaikUntukmu, Dokter Spesialis Anak, dr Attila Dewanti Sp.A (K) mengatakan kesadaran tentang pentingnya memilih camilan yang baik sangat krusial, sebab jika salah pilih cemilan bisa memiliki berbagai akibat jangka panjang. Misalnya obesitas dan terganggunya daya tahan tubuh anak, terutama di masa pandemi sekarang ini.

“Diperkirakan juga bahwa 15-25 persen penyakit anak-anak disebabkan karena pola makan yang kurang tepat, termasuk cemilan. Selain itu, ketika anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah akibat pandemi, orang tua pun memiliki kesempatan emas,” kata dr. Attila dalam diskusi bersama Es Krim Paddle Pop, Jumat (22/1).

Menurutnya ada beberapa kriteria camilan baik yang bisa diberikan kepada anak. Misalnya, pilihlah cemilan dengan kadar gula, kalori, dan lemak yang sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak. Camilan yang memiliki kandungan susu ataupun buah sangat baik untuk anak.

Susu memiliki beragam manfaat bagi anak-anak, karena memiliki kandungan protein dan kalsium yang menunjang pertumbuhan tulang anak secara optimal. Buah juga mengandung berbagai jenis vitamin yang dapat membantu tumbuh-kembang anak dan sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan.

“Balita dan anak usia sekolah setidaknya mengkonsumsi camilan 2-3 porsi setiap hari,” lanjut Attila.

Foods & Refreshment Director Unilever Indonesia Hernie Raharja mengatakan pentingnya camilan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan kombinasi makanan untuk mendukung asupan nutrisi seimbang anak. Camilan yang baik mengandung standar nutrisi tinggi dengan kebaikan susu dan buah, serta membatasi tidak lebih dari kalori 110 kkal, 12g gula dan 3 g lemak jenuh, untuk memenuhi asupan nutrisi sesuai kebutuhan anak. Standar ini telah mengikuti acuan dari dari World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan.

Camilan merupakan elemen makanan yang tidak bisa dipisahkan dari asupan harian anak. Berdasarkan studi, hampir semua anak Indonesia (97,7 persen) mengonsumsi lebih banyak camilan dan minuman kemasan dibandingkan sayuran dan buah-buahan. Apalagi dengan banyaknya pilihan camilan di pasaran, orang tua mengaku kesulitan membedakan cemilan yang baik atau tidak, serta menyediakan alternatif cemilan yang lebih baik, dengan rasa yang disukai anak-anak.

“Ada banyak sekali jenis cemilan yang beredar di pasaran. Karena itu, sangat penting bagi semua orang tua untuk memeriksa kembali kemasan cemilan untuk anak. Kami berharap dari logo pada kemasan, orang tua menentukan pilihan camilan tepat untuk anak,” kata Hernie.

Hal senada ditegaskan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Rita Endang. Dia berharap masyarakat khususnya orang tua untuk membaca label informasi pada kemasan.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads