Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 November 2021 | 23.03 WIB

Sering Kambuhan, Timbul Bercak jadi Gejala Penyakit Autoimun Kulit

Ilustrasi penyakit autoimun yang mengancam usia produktif. - Image

Ilustrasi penyakit autoimun yang mengancam usia produktif.

JawaPos.com - Jika seseorang mengalami bercak kemerahan atau putih pada kulitnya, jangan dianggap remeh. Bisa jadi terkena penyakit autoimun kulit. Karena itu, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter jika mengalami gejala seperti itu.

Dalam webinar bersama Klinik Pramudia, spesialis kulit dan kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV mengatakan, penyakit autoimun sendiri merupakan suatu penyakit akibat gangguan sistem imun, dimana sistem imun ini salah mengenali sel tubuhnya sendiri. Normalnya, sistem imun membantu menyingkirkan infeksi virus dan bakteri.

"Namun pada penyakit autoimun, sel tubuh dianggap sebagai suatu benda asing yang akhirnya menyerang tubuhnya sendiri, dan ini masih tidak diketahui alasannya," katanya secara daring baru-baru ini.

Apa saja gejalanya?

Salah satu organ yang dapat mengalami gangguan autoimun adalah kulit yang kemudian disebut autoimun kulit. Menurut dr. Amelia, secara umum, gejala autoimun kulit yang biasa ditemukan adalah berupa bercak kemerahan atau bercak berwarna putih yang dapat terjadi pada permukaan kulit, rambut maupun kuku.

"Kadang disertai dengan lepuhan dan keterlibatan mukosa seperti mukosa mulut, mata maupun kelamin. Perjalanan penyakit autoimun kulit ini cenderung kronis jangka panjang dan bersifat kambuhan," katanya.

Lalu apa penyebabnya?

Terkait faktor risiko autoimun kulit, dr. Amelia menjelaskan bahwa hal ini terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Penyakit autoimun kulit pada dasarnya bukan penyakit yang menular.

Secara internal, autoimun kulit bisa terjadi karena faktor genetik, misalnya ada anggota keluarga yang juga mengidap penyakit yang sama. Secara eksternal, autoimun kulit ini bisa terjadi akibat factor lingkungan seperti infeksi.

"Obat-obatan, merokok, obesitas, pajanan sinar UV yang berlebihan," tambahnya.

CEO Klinik Pramudia dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, mengatakan autoimun kulit dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya, karena penyakit ini merupakan penyakit yang bersifat kronis jangka panjang dan dan bersifat kambuhan. Pengobatan masih terbatas untuk mengatasi peradangan dan mengendalikan system imun yang terlalu aktif.

"Oleh sebab itu, pasien dihimbau untuk selalu melakukan kontrol rutin dan pola hidup sehat untuk memperbaiki kualitas hidup mereka," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore