
Ilustrasi nyeri tulang belakang. (Istimewa)
JawaPos.com–Penyakit osteoporosis menjadi ancaman, khususnya bagi orang di atas 50 tahun. Penyakit tersebut muncul tanpa gejala atau keluhan. Sehingga disebut sebagai penyakit silent disease.
Data kementerian kesehatan dari penjuru dunia ada 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki di atas usia 50 tahun alami osteoporosis atau pengeroposan tulang.
Dokter spesialis ortopedi dan traumatology dari RS Eka Hospital Ricky Edwin Pandapotan Hutapea mengatakan, penyakit osteoporosis dapat menyerang siapa saja. ’’Terutama pada orang dewasa dan lansia,’’ kata Ricky dalam diskusi menyambut Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2021 yang diperingati tiap 20 Oktober. Seperti diketahui masyarakat Indonesia memperingati HON setiap 20 Oktober.
Dalam kegiatan yang digelar Kalbe Nutritionals di Jakarta pada Minggu (10/10), Ricky mengatakan, osteoporosis merupakan penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi. Sehingga pasien osteoporosis tidak merasakan ada tanda-tanda atau gejala.
’’Hingga suatu saat bisa terjadi patah tulang dan penurunan kualitas hidup,’’ terang Ricky.
Dia menegaskan osteoporosis sebenarnya bisa ditangani dengan pola hidup sehat. Kemudian mengonsumsi nutrisi yang tepat, olahraga yang sesuai, serta deteksi sedini mungkin.
Spesialis Gizi Klinik Ida Gunawan M.S. menganjurkan masyarakat mulai memperbaiki gaya hidup dan menjaga pola makan. Osteoporosis dapat disebabkan salah satunya karena faktor usia. ’’Kemudian rendahnya asupan kalsium, antioksidan, dan protein,’’ jelas Ida Gunawan.
Faktor pemicu lainnya adalah kurang aktivitas fisik serta gaya hidup yang kurang sehat. Ida Gunawan mengatakan, menjalankan pola hidup sehat untuk mencegah osteoporosis harus dimulai sejak sedini mungkin. Menurut dia menjaga asupan nutrisi yang seimbang dan tepat, sangat efektif mencegah osteoporosis.
’’Salah satunya dengan tidak merokok,’’ katanya. Sebab asap rokok yang merupakan radikal bebas, dapat memperburuk kondisi osteoporosis. Menurut dia, konsumsi yang tepat di antaranya mengandung protein, vitamin, kalsium, magnesium, yang seimbang. Serta makanan yang kaya antioksidan seperti buah zaitun.
Business Unit Coordinator General Adult Nutrition Kalbe Nutritionals Boy Sinaga mengatakan, mendukung acara HON 2021. Harapannya masyarakat semakin perhatian terhadap penyakit osteoporosis.
Menurut dia, seiring bertambahnya usia, banyak keluhan penyakit yang dirasakan masyarakat. ’’Seperti badan pegal, cepat lelah, tulang sendi kaku, dan berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis,’’ tutur Boy.
Pada masa pandemi Covid-19 yang menuntut masyarakat lebih banyak di rumah, lanjut dia, tetap diupayakan bisa aktif bergerak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
