Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 September 2021 | 18.23 WIB

Tensi 140/90 Masuk Level I Hipertensi, Segera Batasi Asupan Garam!

Ilustrasi komplikasi hipertensi snagat berbahaya karena bisa menyebabkan stroke, di ginjal menjadi gagal ginjal, dan di jantung menjadi serangan jantung atau penyakit jantung koroner. (Istimewa) - Image

Ilustrasi komplikasi hipertensi snagat berbahaya karena bisa menyebabkan stroke, di ginjal menjadi gagal ginjal, dan di jantung menjadi serangan jantung atau penyakit jantung koroner. (Istimewa)

JawaPos.com - Gaya hidup tinggi garam sehari-hari bisa memicu penyakit tak menular (PTM) seperti hipertensi atau darah tinggi. Walaupun natrium/sodium (garam) memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat, kuat, dan aktif, namun jika berlebih natrium dapat berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Jika berlebih, maka efeknya adalah muncul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan lain lain. Jika kekurangan, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, dan lain lain.

Nah, bagaimana menyeimbangkan dan mengendalikan asupan garam?

Dalam webinar bersama PT Ajinomoto Indonesia bertema Peran Umami Sebagai Cara Mengatur Asupan Gizi dalam Meningkatkan Kesehatan, salah satu solusinya adalah mengganti garam dengan umami.

"Bumbu umami pengganti garam mendukung mereka tetap sehat. Sebagai upaya mendukung masyarakat Indonesia agar tetap sehat, fakta informatif tentang umami dan monosodium glutamat (MSG) harus disebarkan, terutama saat di situasi pandemi Covid-19," kata Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia Katarina Larasati, dalam webinar baru-baru ini.

Ahli Gizi & Dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Annis Catur Adi mengatakan, ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam, yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia. Menurutnya tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium.

"Nah, cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," ujar Annis.

“Jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan bumbu umami seperti MSG bisa dijadikan solusi," jelasnya.

Ia mengutip penelitian di Jepang yang menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa.

Hal senada diungkapkan Ahli Endokrin Metabolik Diabetes dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dr. Hermina Novida. Menurutnya gaya hidup tak sehat salah satunya dipicu dengan tingginya konsumsi garam, gula, dan lemak. Hal itu memicu Penyakit Tak Menular (PTM) karena disebabkan perilaku dan pola makan serta gaya hidup tak sehat.

"Junk food memicu kolesterol jahat atau LDL. Jika LDL tinggi akan menumpuk di pembuluh darah," kata Hermina.

Menurutnya, batasan garam hanya 1 sendok teh garam sehari atau 5 gram. Orang dengan hipertensi hanya kurang dari 1,5 gram per hari.

"Hindari frozen food, makanan kemasan, ikan asin," tegasnya.

Ia melanjutkan, seseorang dinyatakan hipertensi jika tekanan darahnya sudah 140/90. Itu sudah dinyatakan hipertensi tahap I atau stage I.

"Makanya rutin ukur tensi secara berkala dan diagnosa hipertensi harus diulang. Pasiennya harus istirahat dulu, jangan setelah lari-lari lalu diukur. Kemudian lakukanlah pola hidup sehat," katanya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore