
Ilustrasi: Penggunaan obat kumur mulut atau mouthwash. (123Dentist).
JawaPos.com - Terkait pencegahan penularam Covid-19, kini sekelompok ilmuwan mulai meneliti obat kumur. Mereka ingin mengetahui apakah obat kumur atau mouthwash berpotensi mengurangi penularan pada tahap awal infeksi Covid-19.
SARS-CoV-2 adalah virus terselubung dengan membran lemak luar (lipid). Berdasarkan penelitian sebelumnya, kandungan yang biasa ditemukan dalam obat kumur seperti etanol, povidone-iodine, dan cetylpyridinium dapat menghancurkan membran lipid dari beberapa virus. Namun, mereka menekankan bahwa belum diketahui apakah kandungan tersebut juga bisa diaplikasikan untuk kasus SARS-CoV-2.
Untuk itu, para peneliti menilai mulai menyarankan agar obat kumur segera mendapatkan uji klinis lanjutan. Sebab obat kumur sangat potensial untuk mengurangi penularan infeksi Covid-19 pada tahap awal. Ulasan obat kumur terhadap Coronavirus jenis baru ini termuat dalam jurnal Function.
Mereka mengatakan penelitian untuk menentukan potensi pendekatan ini dapat mencakup mengevaluasi formulasi obat kumur yang ada. Atau secara dirancang khusus di laboratorium dan kemudian dilakukan dalam uji klinis.
"Uji coba berbasis populasi yang dipantau dapat dilakukan dengan merek yang tersedia secara komersial," tambah para peneliti.
Semenatar itu, Profesor Valerie O'Donnell, co-direktur Institut Penelitian Sistem Kekebalan Cardiff University, Wales, Inggris, mengatakan, penggunaan obat kumur yang aman belum dipertimbangkan oleh badan kesehatan masyarakat di Inggris. Tapi, tinjauannya terhadap literatur menunjukkan bahwa penelitian obat kumur diperlukan sebagai hal yang mendesak untuk menentukan potensinya guna melawan virus baru ini.
"Dalam percobaan tabung reaksi dan studi klinis terbatas, beberapa obat kumur mengandung cukup bahan virucidal yang dikenal untuk secara efektif menargetkan lipid dalam virus yang diselimuti serupa. Yang belum kami ketahui adalah apakah obat kumur yang ada aktif terhadap membran lipid SARS-CoV-2," ungkap O'Donnell.
Sebagai informasi, penelitian awal ini dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Cardiff, bersama dengan universitas Nottingham, Colorado, Ottawa, Barcelona dan Cambridge Babraham Institute, termasuk ahli virologi, spesialis lipid, ahli mikrobisida dan kesehatan dan mitra industri yang memberikan informasi formulasi global.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=cvSd7xFzqbA
https://www.youtube.com/watch?v=XEAUA4z3XvU
https://www.youtube.com/watch?v=CZ4eueCSrS4

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
