
Ilustrasi wujud virus Korona jenis baru (NEXU Science Communication/Reuters)
JawaPos.com - Dari jumlah pasien Covid-19 yang meninggal, umumnya paling banyak didominasi pria. Apalagi bagi kelompok yang rentan dengan penyakit komorbit atau bawaan. Misalnya pria dengan gagal jantung tampaknya memiliki konsentrasi protein yang lebih tinggi dalam darah mereka yang memungkinkan lebih rentan terinfeksi Coronavirus. Temuan para ilmuwan ini didasarkan pada pasien berusia 60-an dan 70-an dari 11 negara Eropa. Studi ini akan diterbitkan dalam edisi khusus European Heart Journal minggu ini seperti dilansir dari Mirror, Senin (11/5).
Para peneliti mengukur konsentrasi protein, yang dikenal sebagai ACE2, dalam plasma partisipan, yang merupakan bagian cair dari darah. Mereka percaya hasil itu dapat membantu menjelaskan mengapa pria dengan gagal jantung lebih mungkin meninggal setelah tertular Covid-19 daripada perempuan.
Peneliti Dr Iziah Sama, dari University Medical Center Groningen di Belanda, dan penulis pertama studi tersebut, mengatakan pihaknya menemukan satu biomarker terkuat, protein ACE2, yang jauh lebih tinggi pada pria daripada pada perempuan. "Saya menyadari bahwa ini menjelaskan mengapa pria lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 daripada perempuan," katanya.
Para peneliti juga menemukan bahwa kadar ACE2 dalam darah tidak terpengaruh oleh obat yang biasa digunakan untuk mengobati tekanan darah. Profesor kardiologi di University Medical Center Groningen, dr Adriaan Voors, menjelaskan para pasien gagal jantung tak dianjurkan menghentikan obat.
"Temuan kami tidak mendukung penghentian obat-obatan ini pada pasien Covid-19 seperti yang telah disarankan oleh laporan sebelumnya," ujar dr Adriaan.
Para peneliti mengukur konsentrasi ACE2 dalam sampel darah yang diambil dari dua kelompok pasien gagal jantung, dengan 1.485 pria dan 537 perempuan di kelompok pertama dan 1.123 pria dan 575 perempuan di kelompok kedua. Mengomentari penelitian tersebut, Direktur Nottingham Biomedical Research Center, Universitas Nottingham, Profesor Ian Hall, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan penelitian ini telah dilakukan dengan hati-hati dan jumlah subjek yang diteliti cukup besar sehingga hasilnya cenderung lebih umum.
Dia juga percaya mungkin ada penjelasan lain mengapa pria pada umumnya lebih rentan terhadap penyakit itu. Sebab adanya perbedaan dalam kandungan protein ACE2 pada pria dan perempuan.
"Perbedaan ini mungkin bisa menjelaskan perbedaan risiko gejala Covid-19 yang parah. Perbedaan aktual dalam tingkat ACE2 antara pria dan perempuan, sementara secara statistik signifikan. Harus ada penjelasan lain mengapa pria punya risiko lebih parah," ujarnya.
"Satu penjelasan potensial adalah bahwa imun yang berbeda terhadap virus, yang diatur oleh perbedaan genetik antara pria dan perempuan, juga dapat mendasari perbedaan dalam kerentanan ini," kata Profesor Ian Hall.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
