Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2020 | 12.07 WIB

Terungkap Penyebab Pria Lebih Rentan Parah dan Meninggal Akibat Korona

Ilustrasi wujud virus Korona jenis baru (NEXU Science Communication/Reuters) - Image

Ilustrasi wujud virus Korona jenis baru (NEXU Science Communication/Reuters)

JawaPos.com - Dari jumlah pasien Covid-19 yang meninggal, umumnya paling banyak didominasi pria. Apalagi bagi kelompok yang rentan dengan penyakit komorbit atau bawaan. Misalnya pria dengan gagal jantung tampaknya memiliki konsentrasi protein yang lebih tinggi dalam darah mereka yang memungkinkan lebih rentan terinfeksi Coronavirus. Temuan para ilmuwan ini didasarkan pada pasien berusia 60-an dan 70-an dari 11 negara Eropa. Studi ini akan diterbitkan dalam edisi khusus European Heart Journal minggu ini seperti dilansir dari Mirror, Senin (11/5).

Para peneliti mengukur konsentrasi protein, yang dikenal sebagai ACE2, dalam plasma partisipan, yang merupakan bagian cair dari darah. Mereka percaya hasil itu dapat membantu menjelaskan mengapa pria dengan gagal jantung lebih mungkin meninggal setelah tertular Covid-19 daripada perempuan.

Peneliti Dr Iziah Sama, dari University Medical Center Groningen di Belanda, dan penulis pertama studi tersebut, mengatakan pihaknya menemukan satu biomarker terkuat, protein ACE2, yang jauh lebih tinggi pada pria daripada pada perempuan. "Saya menyadari bahwa ini menjelaskan mengapa pria lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 daripada perempuan," katanya.

Para peneliti juga menemukan bahwa kadar ACE2 dalam darah tidak terpengaruh oleh obat yang biasa digunakan untuk mengobati tekanan darah. Profesor kardiologi di University Medical Center Groningen, dr Adriaan Voors, menjelaskan para pasien gagal jantung tak dianjurkan menghentikan obat.

"Temuan kami tidak mendukung penghentian obat-obatan ini pada pasien Covid-19 seperti yang telah disarankan oleh laporan sebelumnya," ujar dr Adriaan.

Para peneliti mengukur konsentrasi ACE2 dalam sampel darah yang diambil dari dua kelompok pasien gagal jantung, dengan 1.485 pria dan 537 perempuan di kelompok pertama dan 1.123 pria dan 575 perempuan di kelompok kedua. Mengomentari penelitian tersebut, Direktur Nottingham Biomedical Research Center, Universitas Nottingham, Profesor Ian Hall, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan penelitian ini telah dilakukan dengan hati-hati dan jumlah subjek yang diteliti cukup besar sehingga hasilnya cenderung lebih umum.

Dia juga percaya mungkin ada penjelasan lain mengapa pria pada umumnya lebih rentan terhadap penyakit itu. Sebab adanya perbedaan dalam kandungan protein ACE2 pada pria dan perempuan.

"Perbedaan ini mungkin bisa menjelaskan perbedaan risiko gejala Covid-19 yang parah. Perbedaan aktual dalam tingkat ACE2 antara pria dan perempuan, sementara secara statistik signifikan. Harus ada penjelasan lain mengapa pria punya risiko lebih parah," ujarnya.

"Satu penjelasan potensial adalah bahwa imun yang berbeda terhadap virus, yang diatur oleh perbedaan genetik antara pria dan perempuan, juga dapat mendasari perbedaan dalam kerentanan ini," kata Profesor Ian Hall.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore