
Photo
JawaPos.com - Salah satu cara efektif untuk menangkal masuknya virus dan bakteri ke dalam tubuh yakni dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu langkah untuk meningkatkan imun adalah dengan mengonsumsi sayur dan buah, tidur cukup, hingga mengonsumsi suplemen imun tubuh.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Agus Joko Susanto, Sp.PD-KAI, FINASIM mengatakan sistem imun tubuh manusia sangat kompleks. Sistem imun menurut dr Agus terbagi dalam sistem imun inate dan adaptif. Sistem imun akan berada dalam kondisi homeostasis (seimbang) selama tubuh manusia sehat. Salah satu suplemen immunomodulator mengandung Echinacea (tanaman berbunga yang tumbuh di Amerika, Kanada, dan Eropa) yang dapat mengatur kerja sistem imun tubuh.
Sementara imunomodulator terbagi tiga, yaitu sebagai imunostimulator, imunsupresor, dan imunoregulator. Ketiganya saling mengontrol dan saling menyeimbangkan. Apabila jumlah salah satunya rendah, maka jumlah imunomudulator lain akan naik, begitu pun sebaliknya hingga kondisi tubuh mencapai homeostasis.
“Kekhawatiran sistem imun akan over stimulasi bila diberikan imunostimulan dari luar tidak sepenuhnya benar, karena ketiga hal tersebut di atas yang akan mengatur untuk menuju homeostasis,” ujar dr Agus kepada JawaPos.com, Jumat (27/3).
Menurut dr Agus, orang sehat boleh saja mengonsumsi imunomodulator. Menurutnya kontraindikasi konsumsi imunomodulator hanya terjadi pada orang dengan penyakit autoimun (Penyintas Autoimun). Pada kelompok ini, pemberian imunomodulator tidak dianjurkan.
Vice President Research & Development and Regulatory SOHO Global Health (Imboost) Raphael Aswin Susilowidodo, menjelaskan Echinace Purpurea memiliki manfaat sebagai immunomodulator, yang berarti Echinacea dapat mengatur kerja sistem imun tubuh. Echinace Purpurea memainkan fungsi yang dapat menyesuaikan kebutuhan tubuh ketika sehat dan menderita infeksi.
Pada Tubuh yang Sehat
Menurut Aswin, pada tubuh orang sehat, Echinacea berperan meningkatkan pertahanan tubuh dengan meningkatkan kerja imun tubuh seperti fagositosis, natural killer cell yang diperlukan tubuh untuk mengeliminasi benda asing atau patogen yang masuk seperti virus atau bakteri. Echinacea juga berperan menyeimbangkan level sitokin di dalam tubuh.
Sitokin dapat berupa sitokin yang pro-inflamasi seperti IL-6 ataupun anti-inflamasi seperti IL-10, sehingga saat orang sehat mengalami inflamasi akut, Echinacea akan menginduksi pembentukan sitokin pro-inflamasi IL-6 untuk menandakan terjadinya infeksi, menginduksi kerja sistem imun untuk melakukan fagositosis, dan sekaligus juga menginduksi pembentukan sitokin anti-inflamasi IL-10 agar penandaan inflamasi tidak berlebihan dan juga menghentikan pembentukan IL-6.
Pada Tubuh yang Menderita Infeksi
Aswin menjelaskan, pada tubuh orang yang menderita infeksi, peran modulasi Echinacea lebih ke arah untuk menghambat pembentukan IL-6, sehingga jumlah sitokin pro-inflamasi dapat dikurangi. Pengurangan jumlah IL-6 diperlukan guna menekan risiko terjadinya komplikasi pada infeksi. Apabila jumlah sitokin pro-inflamasi tidak dibatasi maka komplikasi yang terjadi dapat berupa badai sitokin yang dapat berakibat fata.
"Berdasarkan atas penjelasan tersebut, maka Echinacea aman digunakan dan tidak dikontraindikasikan untuk kasus infeksi salah satunya Covid-19. Untuk pemakaian jangka panjang Echinacea menurut data studi terbaru, dinyatakan aman di konsumsi secara terus menerus selama 4 bulan," tuturnya.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), DR. (Cand.) dr Inggrid Tania, M.Si., menjelaskan Echinacea secara pengalaman empiris telah digunakan selama ratusan tahun oleh masyarakat dunia, terutama masyarakat Barat. Fungsinya untuk memelihara kesehatan, meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan nyeri dan mengurangi gejala common cold (selesma) dan flu (empirical experiential evidence).
"Berbagai penelitian in-vitro dan praklinis di dunia terhadap Echinacea menunjukkan bahwa Echinacea bersifat anti-inflamasi (antiperadangan), antioksidan, dan imunomodulator," katanya. “Namun belum ada studi tentang hubungan antara Covid-19 dengan konsumsi Echinacea dan propolis, dan perlu studi lebih lanjut," ujar dr Inggrid.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=0MGzY2g6H7k
https://www.youtube.com/watch?v=e2GvnUkmxdQ
https://www.youtube.com/watch?v=KcSBoc6FwH8

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
