Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Maret 2020 | 03.13 WIB

Hati-hati, Usia 40 Jadi Fase Awal Seseorang Kehilangan Massa Otot

ILUSTRASI. Orang dewasa akan kehilangan massa otot sebanyak 8 persen setiap dekadenya. (alamy) - Image

ILUSTRASI. Orang dewasa akan kehilangan massa otot sebanyak 8 persen setiap dekadenya. (alamy)

JawaPos.com - Seseorang usia 40 biasanya sudah masuk dalam tahap mapan. Baik dalam kehidupan pernikahan maupun karir. Namun ingat, usia 40 tahun juga merupakan awal di mana seseorang mulai memasuki fase penuaan.

Orang dewasa akan kehilangan massa otot sebanyak 8 persen setiap dekadenya dan berisiko lebih besar mengalami keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-sehari. Seperti berjalan, naik tangga atau mengangkat benda di tahun-tahun berikutnya. Indonesia, menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah orang dewasa terbanyak. Pada 2020 jumlah lansia (usia di atas 60 tahun) di Indonesia diprediksi mencapai 27 juta orang.

Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri Dr. dr. C. Heriawan Soejono, Sp.PD., K.Ger., M.Epid., menjelaskan seiring bertambahnya usia, massa otot akan menurun secara bertahap. Dampak yang paling jelas adalah menurunnya kualitas hidup pada lansia. Hal ini disebabkan menurunnya massa otot yang secara perlahan membuat lansia mengalami imobilitas karena kekuatan ototnya melemah.

“Otot kita berperan penting untuk gerak tubuh. Meskipun begitu, banyak dari kita tidak sadar bahwa menginjak usia 40, kita kehilangan 8 persen masa otot pada tiap dekadenya, lalu setelah usia 70, hal tersebut meningkat hampir dua kali lipat," kata dr. Heriawan Soejono.

Menurut dr. Heriawan Soejono, semua orang harus bertanggung jawab pada kesehatannya sendiri. Dimulai dari makanan yang dikonsumsi dan berusaha untuk tetap aktif.

Para lansia juga harus memperhatikan asupan protein harian yang diasosiasikan dengan risiko disabilitas fisik yang lebih rendah. Konsumsi protein sehari-hari haruslah cukup, berkualitas, mudah diserap dan dapat dimanfaatkan oleh tubuh, serta berfungsi untuk sintesis protein bagi otot.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa nutrisi yang lengkap dan seimbang, serta aktivitas fisik dapat membantu membalikkan atau memperlambat kelemahan fisik yang berkaitan dengan usia.

Untuk itu, lewat kampanye #Stand4Strength, masyarakat usia 40-50 tahun diminta waspada terhadap menurunnya massa otot yang dapat meningkatkan risiko mengalami disabilitas. Tantangan ini adalah tes sederhana yakni dengan 'berdiri dengan satu kaki'.

Penelitian menunjukkan mereka yang tidak dapat melakukan tes ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tidak bisa berjalan di usia 70 tahun ke atas. Tantangan #Stand4Strength dapat membantu menciptakan kesadaran tentang bagaimana kehilangan massa otot dapat terjadi pada usia 40 tahun.

"Sementara tantangan ini fokus terhadap masalah tersebut, kami ingin orang Indonesia memiliki pemahaman tentang masa tua yang sehat dan aktif karena kehilangan otot dapat dicegah dan dapat diperlambat dengan manajemen nutrisi yang tepat," kata President Directors of Abbotts Product Indonesia Arnaud Renard dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3).

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=W8zR4l5t_AY

https://www.youtube.com/watch?v=jVFVdh6sdfg

https://www.youtube.com/watch?v=rOoWZ_rgjbM

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore