
ILUSTRASI. Matcha memiliki antioksidan lebih tinggi dibandingkan green tea atau teh hijau. (Healtline)
JawaPos.com - Masyarakat Indonesia kini sudah tak asing lagi dengan matcha. Yup, bubuk hijau yang berasal dari daun teh ini dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan. Tak heran kini muncul berbagai produk olahan minuman yang menggunakan matcha dengan seruan hidup lebih sehat. Tapi, apakah matcha bisa dikatakan sebagai minuman kesehatan? Lantas, apa yang membedakannya dengan teh hijau biasa?
Di Jepang sendiri, matcha merupakan teh yang sering disajikan untuk kalangan kerajaan. Meski sama-sama berasal dari daun teh, namun matcha dipercaya memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dari green tea. Sebab dari cara menanam hingga menyajikannya ke dalam segelas teh sudah berbeda.
Menurut Ratna Somantri, Founder Indonesia Tea Institute, matcha memang berasal dari teh hijau tapi prosesnya sama sekali tak sama dengan green tea pada umumnya. Seperti dari cara menanamnya, daun teh biasanya akan diselubungi atau ditutupi guna mengurangi sinar matahari. Sebelum dipanen dan dijadikan bubuk matcha.
Photo
Lintang Wuriantari selaku Tea Executive Officer Matchamu dan Ratna Somantri selaku Founder Indonesia Tea Institute. (Istimewa)
Dengan teknik tersebut, maka tingkat polifenolnya akan lebih tinggi. Selain itu, daun teh matcha akan memiliki karakter manis dengan rasa umami (gurih). Daunnya pun akan lebih hijau.
“Jadi kita gak berasa pahit aja tapi ada creamy-nya yang gak bisa didapatkan di teh hijau,” ujar Ratna salam talkshow perayaan National Matcha Day yang jatuh pada 14 Januari di Jakarta beberapa waktu lalu.
Proses inilah yang menyebabkan antioksidan matcha lebih tinggi. Terlebih, ketika meminum matcha, sama saja memakan daun teh secara utuh. Beda dengan teh hijau yang hanya diambil sarinya aja saat diseduh.
“Kalau teh itu kita seduh artinya daunnya tidak kita makan, nah kalau matcha inikan bentuknya powder maka smeuahya kita minum, maka kadarnya jauh lebih tinggi dari yang diseduh,” tukasnya.
Seperti dilansir dari Healthline, Rabu (15/1), antibiotik yang terkandung dalam matcha memang bisa menangkal radikal bebas hingga membantu menstabilkan sel yang rusak.
Lantas, bisakah matcha dijadikan minuman kesehatan?
Ratna dengan tegas mengatakan tidak. Dalam arti, minuman matcha asli hanya bisa dijadikan sebagai relaksasi guna menenangkan diri. Bonusnya, ungkap Ratna, seseorang bisa merasakan manfaat dari antioksidan yang diberika matcha tadi.
“Tapi ini (matcha) bukan minuman kesehatan kaya vitamin. Hanya memang lebih sehat dibandingkan minum soda,” sambungnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
