
Ilustrasi Program Rujuk Balik (PRB) dari JKN-KIS sangat membantu peserta dalam mengobati penyakitnya.
JawaPos.com – Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula darah. Penyakit ini menjadi salah satu dari sekian banyak penyakit yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia.
Penderita DM harus bisa mengendalikan pola makan dan menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga. Selain itu, pengidap DM harus meminum obat secara berkala untuk menurunkan kadar gula darah.
BPJS Kesehatan sebagai penyelenggaran Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memastikan jaminan pengobatan bagi peserta yang mengidap DM.
Salah satu peserta Program JKN-KIS yang sudah memanfaatkan program ini untuk mengontrol kadar gula darah setelah teridentifikasi menderita DM adalah Budi Irawan, 40, warga Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dengan status kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU).
Photo
Budi Irawan, 40, penderita diabetes mellitus yang juga peserta JKN-KIS. (Istimewa)
“Awal mula saya terkena penyakit diabetes mellitus ini mulai semenjak tahun 2016 lalu, keluhan yang dirasakan saat itu hampir setiap hari kebangun dari tidur di tengah malam, efeknya berat badan saya jadi turun drastis. Selain itu gejala lainnya adalah pada saat setelah makan bukannya merasa kenyang tapi malah semakin lapar, karena merasa ada yang aneh saya cek ke dokter dan ternyata dipastikan terkena DM,” kata Budi.
Budi tak sungkan berbagi pengalamannya agar orang lain dapat menghindari risiko terkena DM seperti yang dialami dirinya. Budi bercerita bahwa penyebab ia mengidap DM adalah karena pola makan yang tidak teratur dan sering mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.
Meskipun telah menderita diabetes, Budi tidak khawatir dengan biaya yang timbul dari keharusan untuk rutin kontrol kesehatan dan membeli obat DM, karena ia sudah menjadi peserta Program JKN-KIS.
“Kita semua tahu bahwa penderita DM harus rutin kontrol sebulan sekali dan minum obat setiap hari selama sebulan, syukurnya saya dari pertama kali terkena diabetes sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sehingga biaya kontrol serta obat semuanya gratis tanpa biaya, hal tersebut tentunya melegakan hati saya. Bagi saya Program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan ini sangat-sangat membantu, tidak hanya untuk penderita DM tapi juga yang lainnya,” tutup Budi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
