
ILUSTRASI. Minum kopi dipercaya bisa menurunkan risiko kematian. (Healthline)
JawaPos.com - Minuman seperti kopi dan teh hijai memiliki efek yang menenangkan dan membuat seseorang bisa fokus dalam aktivitas. Sebab kedua minuman tersebut dikenal sebagai mood booster.
Sebuah studi mengungkapkan bahwa teh hijau dan kopi bisa menurunkan risiko kematian diabetes. Sebab mengendalikan gula darah untuk mencegah diabetes. Apalagi jika meminum keduanya setiap hari.
Studi menyebutkan minum 4 atau lebih cangkir teh hijau bersama dengan 2 cangkir kopi (atau lebih) dapat menurunkan risiko kematian di antara penderita diabetes hingga 63 persen. Alasannya, keduanya mengandung antioksidan. Para peneliti juga menemukan bahwa minum hanya teh hijau saja, atau hanya kopi saja memiliki efek menguntungkan. Tetapi kombinasi minum keduanya setiap hari mengurangi risiko kematian lebih jauh.
Sebagian besar penelitian dari para ahli seperti Johns Hopkins Medicine merekomendasikan antara 1-5 cangkir kopi untuk membantu mencegah penyakit kronis. Studi menemukan minum teh hijau dan kopi membantu penderita diabetes seperti dilansir dari The Beet, Jumat (20/8).
Dalam studi yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ), melacak 4.923 orang Jepang dengan diabetes tipe 2 selama lima tahun menggunakan kuesioner yang dilaporkan sendiri. Para peneliti menemukan bahwa minum secangkir teh hijau dalam jumlah tinggi setiap hari dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah.
Senyawa yang disebut flavonoid dalam teh hijau dan kopi bermanfaat terhadap risiko penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes. Penelitian juga menunjukkan fenolik dan kafein dalam kopi mungkin bertanggung jawab untuk mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Sementara penelitian lain menemukan bahwa kopi tanpa kafein sama efektifnya dan menyarankan bahwa komponen selain kafein bertanggung jawab atas efek yang menguntungkan.
Para peneliti juga mencatat bahwa senyawa fenolik yang disebut asam klorogenat mengurangi stres oksidatif dan penyerapan glukosa di usus, dan ini mungkin menjadi kunci bagaimana kopi mencegah diabetes. Mengenai teh hijau, senyawa yang disebut katekin dapat meningkatkan respons glikemik.
Teh hijau juga sangat tinggi polifenol yang disebut epigallocatechin gallate atau EGCG, antioksidan kuat yang telah terbukti memiliki kemampuan anti-kanker yang bahkan dapat membantu menghentikan pertumbuhan tumor. Teh hijau mengandung lebih banyak EGCG dibandingkan jenis teh lainnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hitam dan teh hijau juga dapat membantu menurunkan berat badan, dan ini mungkin karena interaksi kompleks dengan mikrobiota usus, asam lemak, dan metabolisme lipid.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
