
Ilustrasi seseorang menangis. (Provoke online)
JawaPos.com - Menangis adalah kondisi alamiah yang dialami seseorang dalam situasi penuh emosi baik itu rasa sedih maupun bahagia. Sebuah situasi menyedihkan bisa dialami seseorang yang membuatnya menangis tanpa henti. Misalnya saja ketika seseorang mengalami musibah, ditinggalkan orang terkasih, hingga putus cinta. Saking lamanya menangis, ada anekdot khawatir air mata akan kering.
Benarkah air mata bisa kering jika terlalu lama menangis?
Dokter Spesialis Mata Dry Eye Center dari Jakarta Eye Center, dr. Nina Asrini Noor, Sp.M. menjelaskan bahwa hal itu ternyata mitos atau tidak benar. Tak ada hubungannya antara menangis terlalu lama dengan air mata yang kering.
"Pada prinsipnya proses keluarkan air mata saat menangis saat emosional dengan kontinyu itu berbeda. Enggak ada hubungannnya sering atau banyak menangis, galau dan lainnya menyebabkan mata kering. Jadi emggak ada hubungannya. Tanpa faktor emosional, secara alami air mata tetap akan konsisten diproduksi kelenjar mata," kata dr. Nina dalam diskusi di Jakarta baru-baru ini.
Menurutnya, mata justru bisa kering bukan disebabkan karena menangis. Akan tetapi bisa karena gadget atau paparan AC dan kipas angin yang terlalu menyorot wajah.
"Paparan AC membuat mata kering, hembusannya. Angin dan kelembaban terlalu rendah. Fans speed yang terlalu kencang. Lebih baik hindari AC yang terlalu menyorot terlalu wajah sebab penguapan air mata bisa dipercepat," katanya.
Ilustrasi seseorang merasakan gejala mata kering. (Health)
Ilustrasi seseorang merasakan gejala mata kering. (Health)
Dalam laman Healthline juga disebutkan menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), seseorang memiliki tiga jenis air mata yakni air mata basal (selalu ada di mata untuk melindungi dan memelihara mata). Air mata refleks (terbentuk ketika mata terpapar iritasi, seperti asap dan asap bawang). Dan air mata emosional (dihasilkan ketika sedih, bahagia, atau merasakan emosi kuat lainnya).
Seseorang membuat 15 hingga 30 galon air mata setiap tahun. Air mata dihasilkan oleh kelenjar lakrimal yang terletak di atas mata. Air mata menyebar ke seluruh permukaan mata saat berkedip. Air mata kemudian mengalir ke lubang-lubang kecil di sudut-sudut kelopak atas dan bawah sebelum melakukan perjalanan melalui saluran kecil dan menuruni saluran air mata ke hidung.
Air mata memiliki struktur yang mirip dengan air liur. Sebagian besar terbuat dari air, tetapi juga mengandung garam, minyak lemak, dan lebih dari 1.500 protein berbeda. Elektrolit menangis meliputi natrium, yang memberi air mata terasa asin. Air mata juga mengandung kadar magnesium dan kalsium yang lebih rendah. Sementara produksi air mata dapat melambat karena faktor-faktor tertentu, seperti kesehatan dan penuaan. Jadi hampir tidak mungkin seseorang kehabisan air mata.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
