
CEK KONDISI: Merry Khristianti (kiri) dan Claudia Angelina mengecek masker yang akan mereka gunakan. Praktisi kesehatan meminta hindari beli masker eceran. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mutasi Covid-19 varian Delta begitu berbahaya karena cepat menular. Kondisi ini kini terbukti lantaran penularan terlihat begitu cepat dengan kasus pada Jumat (18/6) sebanyak 12.990 dalam sehari. Ahli menegaskan masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan ketat termasuk memakai masker.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Praktisi Klinis Prof Ari Fahrial Syam mengatakan varian Delta menular lebih cepat dan mudah. Prof Ari bahkan menyebut jenis varian ini sebagai semi airbone artinya bisa menular lewat udara di dalam ruangan dengan ventilasi buruk.
"Semi airbone-lah istilahnya, cepat sekali dan mudah. Mungkin kemarin hanya droplet, sekarang semi airbone karena cepat sekali," katanya kepada JawaPos.com, Sabtu (19/6).
Menurutnya penularan bisa terjadi saat makan-makan bareng karena melepas masker. Lalu bahkan jika berbicara ketika salah satu pihak tak memakai masker bisa saja ada celah untuk tertular.
"Makan-makan bareng pasti ketularan. Lalu yang satu dia buka masker, yang depannya tidak, itu mungkin cepat potensi penularannya besar," katanya.
Menurut Prof Ari, klinik di India melaporkan pasien melaporkan penurunan pendengaran, nyeri ulu hati dan mual, muntah gejala utamanya. Sedangkan di Indonesia gejalanya belum teridentifikasi dengan baik.
"Di Kudus juga kan menyebabkan kematian dengan cepat ya," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ahli Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban. Dia menjelaskan siapa saja agar untuk jangan lengah melakukan protokol kesehatan ketat, 5M. Sebab penularan varian India tersebut begitu cepat hingga 80 persen dibandingkan varian aslinya.
"Namun memang benar varian Delta harus kita antisipasi dengan ketat karena penyebarannya amat cepat," kata Prof Zubairi.
Lalu mutasi Covid-19 India, seberapa cepat penularannya? Menurutnya selain cepat menular, varian ini membuat pasien menjadi lebih cepat memburuk.
"Nah, rupanya varian Delta ini menular lebih banyak dibandingkan varian lain seperti varian Inggris sebelumnya, yakni 40-80 persen. Lumayan lebih mudah dan cepat menular," tegasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
