alexametrics

Manfaat Jeruk Nipis: Bantu Turunkan Berat Badan, Kecilkan Pori Kulit

Oleh: Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS *)
19 Maret 2022, 22:37:01 WIB

Bahan-bahan di dapur ternyata memiliki khasiat kesehatan yang telah dibuktikan para peneliti. Kali ini kita akan membahas jeruk nipis yang memang punya kedekatan khusus dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

SECARA tradisional, jeruk nipis dimanfaatkan untuk antijamur, antibakteri, antioksidan, antiparasitik, hingga insektisida. Juga untuk kesehatan kardiovaskular, liver, dan mengendalikan osteoporosis (kekeroposan tulang). Selain itu, jeruk nipis bermanfaat untuk kesehatan kulit dan penurun berat badan.

Perasan buahnya sering kali dipakai sebagai sentuhan akhir pada penyiapan berbagai makanan dan minuman. Air perasan buahnya mempunyai rasa dan bau khusus yang bisa menambah kelezatan dan keharuman. Kulit buah dan daun tanaman dapat digunakan untuk tujuan sama. Awal ketertarikan orang pada tanaman itu memang bermula dari bau spesifik minyak atsiri kandungannya. Minyak atsiri dari berbagai bagian tanaman jeruk nipis pernah populer sebagai pengharum yang juga berkhasiat sebagai antibakteri sehingga dipakai pada aromaterapi.

Hasil distilasi membuktikan, terdapat 60 komponen minyak atsiri pada kulit buah dengan limonen sebagai komponen tertinggi. Komponen monoterpene pada minyak tersebut dinyatakan sebagai ’’top note” (aroma yang pertama tercium) karena ketajaman dan khasiatnya yang langsung timbul setelah digunakan. Komponen utama minyak atsiri daun adalah limonen, pinen, dan sabinene. Komponen selanjutnya, antara lain, sitronelal, geranial, linalool, dan neral.

Tanaman asal bernama ilmiah Citrus aurantifolia dari suku Rutaceae. Daerah asal tanaman adalah kawasan tropis dan subtropis Asia dan Asia Tenggara, termasuk India dan Tiongkok.

Saat ini tanaman jeruk nipis sudah tumbuh di hampir semua bagian dunia. Budi daya dilakukan karena potensinya sebagai sumber vitamin yang cukup potensial, terutama vitamin C. Kandungan mineral adalah kalsium, fosfor, kalium, magnesium, dan natrium. Zat bioaktif kandungannya adalah flavonoid, termasuk apigenin, hesperetin, kaempferol, kuersetin, dan rutin. Juga, ada naringenin dan triterpenoid.

Limonen

Limonen adalah salah satu kandungan minyak atsiri tanaman kelompok jeruk. Laporan ilmiah menunjukkan manfaatnya yang populer pada sistem pengobatan alternatif dan komplementer. Pemakaian terbanyak adalah pada ramuan kosmetik. Ramuan tradisional untuk perawatan kulit di Madura misalnya, menambahkan kulit atau air perasan jeruk nipis. Khasiatnya yang sudah lama diketahui adalah sebagai ’’astringent”. Artinya, kemampuan mengecilkan pori kulit. Ini penting pada perawatan jenis kulit berminyak.

Hasil studi yang menarik adalah peran limonen dalam mengendalikan gangguan neurodegenerasi atau penurunan fungsi sel saraf otak yang umumnya terjadi seiring bertambahnya umur. Penurunan itu terjadi akibat kerusakan sel yang bisa mengakibatkan gangguan seperti depresi, sulit tidur, dan kecemasan. Gangguan yang lebih berat dan tidak mudah diatasi adalah ’’demensia”, yaitu menurunnya daya ingat, kemampuan bicara, dan berpikir. Keadaan itu terjadi, antara lain, pada penyakit Alzheimer.

Karena itu, para ahli menyarankan mengonsumsi jeruk nipis dalam bentuk air perasan dan menghirup minyak atsiri kandungannya. Hirupan akan membantu mempercepat proses masuknya molekul minyak atsiri yang mengandung limonen ke dalam susunan saraf pusat.

Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Hiperlipidemia dan hipertensi adalah gangguan kesehatan yang bisa mengganggu fungsi jantung dan pembuluh darah. Pemakaian minyak atsiri untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah sudah mendapat dukungan ilmiah. Dukungan itu memberikan penguatan pada pemakaian perasan buah jeruk nipis yang populer di kalangan wanita Indonesia sebagai penurun berat badan.

Penurunan tersebut berkaitan dengan khasiat jeruk nipis sebagai antihiperlipidemia (kadar lemak berlebih). Hiperlipidemia berkaitan erat dengan kerusakan metabolisme lipida yang menyebabkan meningkatnya trigliserida, total kolesterol, kolesterol buruk, dan menurunnya kolesterol baik (HDL).

Pada publikasi hasil studi oleh peneliti Taiwan dinyatakan bahwa minyak atsiri jeruk nipis sudah terbukti menunjukkan aktivitas antioksidan dan hipolipidemik. Aktivitas itu terjadi melalui kerja sama berbagai komponen kandungan minyak. Kandungan unsur sitral dalam minyak atsiri dapat meningkatkan aktivitas antioksidan. Ini penting bagi kesehatan sel pembuluh darah dan jantung.

Studi lain juga menunjang temuan bahwa -terpinene dalam minyak atsiri jeruk nipis mampu menghambat oksidasi LDL. Kandungan limonen, linalool, dan 4-terpineol dalam minyak itu berkhasiat mencegah penyakit kardiovaskular dan hipertensi.

Antikanker

Studi khasiat antikanker buah jeruk banyak mendapat perhatian. Sebuah studi menguraikan efek perlindungan senyawa polymethoxy flavon jeruk yang dapat menghambat karsinogenesis (perubahan sel normal menjadi sel kanker) melalui berbagai jalur.

Mekanisme penghambatan karsinogenesis jeruk nipis dilakukan dengan cara menghentikan mobilitas sel kanker pada sistem sirkulasi, jadi menghambat metastasis (persebaran), blocking angiogenesis (pembentukan pembuluh darah), menginduksi tumor suppressor gene (pengatur pertumbuhan sel), dan apoptosis (pengaturan kematian sel). Hasil studi itu memperkuat harapan pemanfaatan jeruk nipis untuk terapi dan pencegahan berbagai macam kanker. Uji pada kultur sel menunjukkan ekstrak kulit buah dapat menghambat pembiakan sel dengan menginduksi apoptosis. (*)

PEMANFAATAN

MINUMAN JERUK NIPIS

• Pilih buah segar yang sudah masak dan sehat.

• Cuci dan belah menjadi dua bagian, lantas peras.

• Tuang air perasan dalam gelas dan tambahkan air hangat.

• Aduk dan tambahkan madu secukupnya.

• Siap dihidangkan selagi hangat.

TEH DAUN JERUK NIPIS

• Ambil 1–2 lembar daun jeruk nipis, cuci, dan masukkan ke dalam pot teh.

• Tambahkan sejumlah daun teh hitam kering dan tuang air mendidih ke dalam pot. Tutuplah pot selama 5 menit.

• Saring dan siap dihidangkan tanpa penambahan gula atau madu.

• Minumlah sekali sehari satu cangkir.

Jeruk nipis aman dan dapat dikonsumsi dalam jumlah tidak berlebih setiap hari sesuai kondisi kesehatan tiap orang.


*) Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

YouTube: Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: