
Ilustrasi seseorang bengong bisa menstimulasi manfaat bagi otak.
JawaPos.com - Ada anggapan yang mengatakan bengong bisa membuat membuat seseorang kehilangan rezeki atau jodoh. Bahkan jika keseringan bengong, dihubungkan juga dengan sesuatu yang mistis seperti kerasukan ruh jahat. Akan tetapi ternyata bengong atau melamun ada juga manfaatnya untuk otak.
Bengong adalah kondisi yang sangat umum. Sebuah penelitian di University of Oregon, Amerika Serikat membuktikan bahwa baik disadari maupun tidak, kebanyakan orang pikirannya akan melayang ke mana-mana hingga 50 persen dari waktu seharian. Otak manusia memiliki jaringan dan tingkat kesadaran yang beragam. Jaringan tersebut bisa diaktifkan secara bergantian di luar kendali.
Bentuk jaringan yang digunakan otak saat bengong dinamakan default-mode. Sementara jaringan saat mengambil keputusan penting disebut executive control. Jaringan yang aktif saat bereaksi atau merespons rangsangan dalam situasi tertentu dikenal sebagai salience.
Ketika otak mengaktifkan jaringan default-mode, pikiran seolah berjalan secara otomatis. Namun, hasil pemindaian otak dalam kondisi default-mode menunjukkan bahwa aktivitas otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif menurun. Ini berarti dalam jaringan default-mode akan sulit berkonsentrasi, mencerna informasi baru, menghapal sesuatu, atau memperhitungkan pilihan-pilihan yang cukup sulit. Sehingga otak bekerja dengan lebih santai dan bebas. Inilah mengapa bengong bisa membuat orang merasa nyaman dan jadi lupa diri.
Dalam keterangan tertulis Hello Sehat, Senin (22/10), otak tidak akan menciptakan jaringan khusus jika tak ada manfaatnya bagi tubuh dan pikiran. Begitu juga dengan jaringan default-mode yang digunakan waktu sedang asyik mimpi di siang bolong. Maka, simak berbagai manfaat bengong, di antaranya,
Meningkatkan Produktivitas
Kalau otak justru berada dalam kondisi santai dan bebas ketika bengong, bagaimana bisa jadi lebih produktif? Ternyata, bengong bisa meningkatkan kapasitas kognitif. Sebuah eksperimen yang diprakarsai oleh Bar-Ilan University di Israel meminta peserta penelitian untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu di hadapan layar komputer. Hasilnya, mereka yang mengerjakan pekerjaan tersebut sambil bengong beberapa kali kinerjanya justru lebih baik daripada mereka yang berkonsentrasi penuh. Ini berarti kebiasaan bengong justru membantu seseorang bekerja dengan lebih efektif.
Memicu Kreativitas
Ketika seseorang sedang melakukan tugas-tugas yang ringan dan tidak begitu membutuhkan konsentrasi tinggi seperti berkendara, berbincang-bincang, atau membaca buku, jaringan default-mode pun segera aktif. Dalam kondisi ini, seseorang pun jadi lebih tenang dan santai. Dengan begitu, seseorang jadi bisa melihat suatu masalah dengan sudut pandang yang berbeda karena tidak merasa terdesak atau tertekan. Maka kondisi inu membuat seseorang dengan mudah mencari solusi kreatif terhadap persoalan tertentu.
Menambah Daya Ingat
Saat bengong, otak sebenarnya sedang menyimpan berbagai informasi ke dalam memori jangka panjang. Hal ini tak bisa dilakukan oleh otak jika disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti bekerja, belajar, atau berbicara dengan orang lain. Saat memasuki default-mode, gelombang elektrik dalam otak akan berkurang dan memasuki saat-saat yang tenang. Inilah waktu yang tepat untuk menyimpan memori. Maka, biasanya orang yang sering bengong justru memiliki daya ingat yang lebih baik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
