
Ilustrasi latihan bernafas untuk menenangkan diri. (Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - Berbagai faktor risiko pemicu iritasi di jalur pernapasan ternyata bisa disebabkan oleh hal-hal sederhana. Jika iritasi didiamkan maka bisa memicu terjadinya risiko kanker paru.
Kasubdit Pengendalian Kanker Kementerian Kesehatan, Niken Wastu Palupi menjelaskan pihaknya terus berupaya melakukan upaya preventif promotif untuk mencegah terjadinya penyakit kanker paru dan pernapasan lainnya. Upaya pemerintah lainnya adalah dengan komitmen membuat Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
"Dan upaya berhenti merokok terus kami berikan edukasinya, bagaimana mencegah supaya tahu pengendalian risiko untuk kanker paru," jelasnya baru-baru ini.
Lalu, apa saja yang dapat mempengaruhi faktor risiko pernapasan dan kanker paru?
Obat Serangga
Obat nyamuk bakar atau semprotan yang mengandung zat-zat kimia bisa memengaruhi faktor pernapasan. Khawatir, jika ada iritasi saluran napas, hal itu bisa menjadi rangsangan menghidupkan sel kanker.
"Itu zat kimia itu akan iritasi juga. Polutan juga jadi jangan langsung ditutup kamarnya jika sudah disemprot obat nyamuk. Biarkan beberapa jam baru masuk ke kamar," jelas Niken.
Asap Dapur
Asap dapur juga menjadi salah satu faktor risiko. Misalnya asap yang ditimbulkan dari minyak goreng saat dipanaskan atau aroma masakan dari kompor.
"Itu salah satu faktor risiko ya, meningkatkan iritasi. Minyak goreng ada kimianya juga. Lalu jika selama ini tak masalah berarti daya tahan tubuhnya kuat," katanya.
Asbes untuk Atap Rumah
Meski belum ada penelitian untuk di negara Indonesia, namun sejumlah negara lain sudah melarang penggunaan asbes karena dianggap polutan. Oleh sebab itu, atap genteng jauh lebih baik bermaterialkan tanah liat.
Asap Rokok
Tentu saja ini paling berbahaya. Niken menegaskan tak ada batas toleransi bagi seseorang jika berdekatan dengan perokok atau asap rokok. Sebab, perokok pasif justru banyak terkena kanker paru.
"Tak ada batas toleransi radius berapa. Sejauh mungkin hindari. Ada di angkot yang merokok, turun langsung dari angkot," tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
