
BERMANFAAT: Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair membahas aplikasi untuk diabetes.
JawaPos.com - Jumlah peningkatan penderita Diabetes Melitus (DM) di Indonesia pada 2030 diprediksi mengerikan. Sebagai negara terbesar keempat jumlah penderita DM di dunia,penderita DM tahun itu akan menjadi 21.257.000 orang,naik 157 persen dari data tahun 2000 yang hanya 8.426.000 orang.
Untuk mencegah kemungkinan buruk itu terjadi, yang bisa kita lakukan adalah dengan tindakan preventif. Salah satunya dengan mengecek kadar gula darah yang mudah diakses. Seperti yang diciptakan oleh empat mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair yang membuat aplikasi web yang mudah diakses umum, terutama anak remaja, untuk mengetahui dirinya terindikasi gejala menderita diabetes militus (DM) sejak dini, ataukah tidak.
Setelah mengakses aplikasi web ini, seseorang khususnya remaja, bisa mengetahui prediksi kadar gula dalam darah (mg/dL) dan tekanan darah (mmHg) dengan memasukkan data usia, tinggi badan (cm) dan berat badan (kg) yang akan langsung dikonversikan dalam bentuk indeks massa tubuh.
”Kami memilih aplikasi berbasis web karena bersifat cross-platform, artinya tidak terpaku pada sistem operasi tertentu seperti windows atau android. Jadi tidak perlu repot mengunduh aplikasi, dan semuaplatform bisa mengaksesnya,”kata Aisyah Abdullah.
Dalam tim ini, juga terdapat empat mahasiswa lainnya, yaitu Dhiva Ryan Hardine, Nonna Prilly Pramesty, Dyah Putri Rahmawati, danMuhammad Ikbal. Perangkat yang mereka ciptakan ini sebelumnya berupa penelitianlolos seleksi Dikti dan meraih dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2016-2017.
Dengan mengakses aplikasi web itu, seseorang khususnya remaja, bisa mengetahui prediksi kadar gula dalam darah (mg/dL) dan tekanan darah (mmHg) secara serentak dengan menginput usia, tinggi badan (cm) dan berat badan (kg) yang akan langsung dikonversikan dalam bentuk indeks massa tubuh.
Tidak hanya itu, aplikasi web tersebut juga bersifat open-source, artinya bisa diakses bebas dan terbuka bagi siapapun yang ingin mengembangkan, juga bersifat user-friendly, sangat simpel dan mudah digunakan bagi pengguna. ’’Kami berharap dengan analisis ini dapat dijadikan bahan pertimbangan meminimalkan jumlah penderita diabetes melitus tipe-2 usia remaja, dan aplikasi yang kami buat ini dapat menjadi acuan para remaja yang terdiagnosa DM tipe-2 untuk memprediksi kadar gula darah dan tekanan darahnya," tambah Muhammad Ikbal. (ina)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
