
Ilustrasi
JawaPos.com - Anak remaja mulai memuja idolanya yang berlawanan jenis, atau mulai mengeluarkan kata-kata baru seperti gebetan atau jadian? Spesialis kejiwaan lain dr Yunias Setyawati SpKJ mengatakan, seringkali terjadi perbedaan persepsi antara orang tua dan anak-anak.
Karena sebenarnya bahasa seorang anak berlebihan dalam mengungkapkan sesuatu. ’’Meskipun pacaran versi mereka itu seperti berteman. Tapi kalau sudah pakai bahasa nembak, pacarku. Bagaimana orang tua tidak khawatir?’’ lanjutnya.
Yunias memberikan contoh pasiennya yang termuda berusia tujuh tahun. Orang tuanya yang datang karena khawatir dengan kondisi anaknya yang menunjukkan perilaku aneh.
Namun setelah Yunias melakukan identifikasi, diketahui sang anak mulai mempunyai idola. ’’Kalau hanya sebatas idola tidak apa-apa. Tapi wajar kalau ortu jadi khawatir,’’ imbuhnya.
Yunias menilai, Kesibukan orang tua, biasanya juga menjadi pembelaan seorang anak dalam mencari perhatian dan kasih sayang dari orang lain. Bila sudah begitu, psikiater akan mengarahkan supaya orang tua bisa mengendalikan perilaku sang anak.
Dengan memberi pengertian, bahwa usia mereka adalah berteman dengan semuanya. Sebab, pacaran seharusnya dimaknai dengan sebuah fase perkenalan sebelum menikah. Bukan untuk sekedar happy dan have fun. ’’Kuncinya pada orang tua. Sehingga anak tidak mencari kasih sayang dan kepercayaan pada orang lain,’’ imbuhnya.
Serta antara orang tua laki-laki dan perempuan satu kata dan tegas. Bila anak melanggar peraturan yang telah disepakati jangan segan untuk menghukum. Misalnya tidak boleh pulang lebih dari jam 10 malam. Bila dilanggar uang jajan dikurangi.
Sejatinya, usia seseorang yang sudah matang untuk pacaran, untuk laki-laki sekitar 23 tahun. Lalu perempuan 21 tahun. Pada usia tersebut, seorang remaja sudah mempunyai banyak referensi tentang hal yang benar dan salah. Serta bisa memilah mana pribadi yang cocok untuk menjadi pasangan mereka seumur hidup. (ina/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
