Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 November 2016 | 09.40 WIB

Ini Mitos Keliru Tentang Penyembuhan Penyakit Kanker

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Masyarakat masih mempercayai pengobatan alternatif sebagai jalan kedua selain pengobatan medis. Ada pula yang lebih mengutamakan berobat ke pengobatan alternatif lebih dulu. Banyak orang berpendapat pasien kanker percuma diobati dengan pengobatan medis, lebih baik dengan pengobatan alternatif.



Manajer Kerjasama dan Hubungan Alumni Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D menilai anggapan tersebut merupakan mitos yang keliru selama ini. Menurutnya banyak yang berpendapat pasien dengan pengobatan medis justru bertambah buruk kondisinya.



“Mitos-mitos yang salah yang banyak dipikirkan masyarakat awam, kalau kanker katanya jangan di kemoterapi atau jangan diobatin di rumah sakit. Lebih baik alternatif saja, karena saudara yang di kemoterapi justru meninggal, misalnya begitu pemikirannya,” tukas Agung.



Sebenarnya, kata dia, pasien tersebut meninggal bukan karena kemoterapi. Akan tetapi dia meninggal karena memang penyakit kanker yang menggerogotinya.



“Bukan karena kemoterapinya, tetapi meninggal karena kankernya. Kita tinggal memilih, pihak medis pasti tak memaksa,” katanya.



Agung menilai pihak medis yang bijaksana akan menjelaskan keuntungan dan kerugian dari kemoterapi dan radioterapi. Jika keuntungan dan kerugian itu dipahami keluarga pasien dan pasien, dan risiko mau ditanggung bersama oleh tim medis dan pasien maka terapi bisa dijalankan.



“Dengan sebelumnya keluarga menandatangani persetujuan. Jika pada akhirnya setelah kemoterapi memburuk, pihak keluarga sudah tahu bahwa memang pada saat masuk rumah sakit stadiumnya sudah lanjut,” jelasnya.



Sehingga pihak keluarga tidak ada penyesalan menjalani kemoterapi. “Di luar negeri pendidikannya sudah bagus, pemaparan manfaat kemoterapi sangat rinci, sehingga pasien bisa memutuskan dengan rasional. Tapi di Indonesia jika risiko terlalu rinci, banyak pasien dan keluarganya enggak mau dikemoterapi,” tutupnya. (cr1/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore