Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 November 2015 | 04.29 WIB

Dyana Sarvasti, Dokter yang Bikin Happy Pasien Merengut

Dyana Sarvasti, Dokter yang Bikin Happy Pasien Merengut - Image

Dyana Sarvasti, Dokter yang Bikin Happy Pasien Merengut

JawaPos.com - Belum banyak dokter spesialis yang mengambil subspesialisasi rehab jantung. Di antara mereka, ada dr Dyana Sarvasti SpJP. Perempuan itu tidak hanya bertugas memulihkan kondisi, namun juga membantu memunculkan kembali semangat pasien untuk sembuh.



''Silakan masuk. Ini kantor saya,'' sapa Dyana.



Ruang gymnasium lantai 3 di RS Husada Utama Surabaya tersebut adalah tempat kerjanya. Di situ berjajar sepeda statis, treadmill, dan perlengkapan olahraga lain. Lagu Happy milik Pharrell Williams berdentum menyambut.



Bayangan dokter jantung yang superserius seakan hilang. Ibu dua anak itu memaparkan bahwa profesi dokter rehab jantung yang dirinya lakoni memang menuntutnya untuk ramah dan riang.



''Soalnya, yang saya tangani adalah pasien pascaoperasi jantung. Rata-rata datang kondisinya merengut (cemberut, Red),'' ungkap dia.



Padahal, menurut Dyana, pasien pascaoperasi bisa dibilang sembuh dari penyakit. Meski tidak dapat melakukan aktivitas berat, mereka setidaknya bebas dari kekhawatiran serangan tiba-tiba.



''Secara logis, mereka seharusnya happy,'' jelasnya. Namun, kondisi psikologis pasienlah yang membuat mereka tampak lemah, nelangsa, bahkan memiliki emosi labil.



''Banyak yang berpikiran, sakit mereka itu parah banget. Soalnya, jantungnya sudah nggak normal lagi, pernah dioperasi,'' kata perempuan kelahiran 8 Desember 1971 tersebut.



Bahkan, beberapa pasien memilih mengungkung diri di rumah dan menghindari dunia luar. Nah, itulah PR Dyana sehari-hari. Mengembalikan kualitas hidup pasien seperti sebelum sakit.



Berbeda dengan spesialis jantung pada umumnya, alumnus subspesialisasi Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular UI tersebut memberikan edukasi seputar prevensi sekunder alias pencegahan agar penyakit jantung tidak muncul kembali.



''Makanya, kadang saya nggak cuma menerangkan kepada pasien. Keluarganya sekalian,'' papar Dyana.



Tujuannya, keluarga mampu memberikan support yang tepat buat pasien. Uniknya, kebanyakan pasien yang datang berasal dari kalangan menengah ke atas. Tidak jarang, pasiennya merupakan pejabat atau bos-bos perusahaan.



''Ya harus pintar-pintar menempatkan diri. Sebab, saya dan tim kadang nggak dianggap. Kesabarannya mesti tingkat dewa,'' ujar Dyana.



Namun, dia maklum karena kondisi psikis pasien sedang down. Bersama timnya yang berjumlah empat orang tersebut, Dyana perlahan membangun kepercayaan diri pasien.



Caranya, mulai dilatih olahraga ringan, sesi konseling dan curhat, hingga menyanyi bersama.

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore