
DEMI MASA DEPAN: Vino Hamsah, 11, asal Tanggulangin mendapatkan layanan pembersihan karang gigi di Alun-Alun Sidoarjo kemarin. (Boy Slamet/Jawa Pos)
JawaPos.com – Jumlah dokter gigi di Indonesia masih minim. Padahal, kebutuhannya terus meningkat. Setiap tahun produksi dokter gigi baru di seluruh fakultas kedokteran gigi (FKG) di tanah air hanya 1.500 orang.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG Unair) Dr drg Darmawan Setijanto MKes menyatakan, Indonesia masih sangat kekurangan dokter gigi. Perbandingan berdasar World Health Organization (WHO), idealnya satu dokter gigi melayani 7.500 penduduk di Indonesia. ’’Saat ini perbandingan di Indonesia satu dokter gigi untuk 9.000 penduduk,’’ katanya kemarin (8/1).
Darmawan menuturkan, selain jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar, penyebaran dokter gigi yang ada saat ini juga belum merata. Kebanyakan mereka berpraktik di wilayah Jawa dan Sumatera. Sebaliknya, di wilayah Indonesia Timur, masih sangat jarang ada dokter gigi. ’’Bahkan, di Bali saja, jumlah dokter gigi masih sedikit,’’ ujarnya.
Salah satu penyebab, lanjut dia, kebutuhan sarana-prasarana (sarpras) dokter gigi sangat besar. Selain itu, dibutuhkan aliran listrik. ’’Di pelosok-pelosok daerah, belum ada sarpras. Listrik kadang juga masih menjadi masalah,’’ jelasnya.
Darmawan menyebutkan, dalam setahun, produksi dokter gigi dari 32 fakultas di Indonesia hanya 1.500 dokter gigi. Itu pun belum bisa memenuhi kebutuhan 267 juta jiwa di Indonesia. ’’Belum bisa dikatakan ideal,’’ tegasnya.
Di Indonesia, jumlah dokter yang aktif hingga saat ini mencapai 199.680 dokter. Lalu, hanya ada 29.510 dokter gigi dan 3.974 dokter gigi spesialis. Data tersebut diambil dari website resmi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) per 8 Januari 2020 (selengkapnya lihat grafis).
Darmawan mengungkapkan, dari total dokter gigi di seluruh Indonesia tersebut, Unair berkontribusi 20 persen untuk dokter gigi umum. Untuk dokter gigi spesialis, Unair berkontribusi sekitar 35 persen. ’’Sebenarnya yang penting layanan kesehatan gigi harus bisa merata,’’ tuturnya.
Saat ini, berdasar riset kesehatan dasar (riskesdas), hanya 10 persen penderita sakit gigi yang terlayani. Artinya, jika jumlah dokter gigi bertambah, banyak penderita sakit gigi yang bisa terlayani. ’’Unair hingga saat ini baru memproduksi 5.562 dokter gigi. Itu dokter gigi yang aktif praktik,’’ terangnya.
FKG Unair baru saja melantik 44 dokter gigi baru pada Selasa (7/1). Seluruh dokter gigi baru itu diharapkan dapat mengisi daerah-daerah yang belum memiliki dokter gigi. ’’Anak-anak kami siapkan supaya bisa berkontribusi memenuhi dan memeratakan dokter gigi,’’ jelasnya.
Pemerintah sudah memiliki program Nusantara Sehat. Yakni, program untuk menyebarluaskan dokter gigi ke pelosok-pelosok daerah. Hal itu juga bergantung kepada pemerintah daerah tersebut. ’’Mereka justru mendapat gaji yang besar,’’ tandasnya.
Photo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
