
Warga menangis di atas nisan keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). Lahan dengan luas mencapai dua hektar ini sedikitnya telah menampung 900 jenazah warga terpapar Covid-19 telah dimakam
JawaPos.com - Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menilai sejauh ini kasus Covid-19 masih terkendali. Hari ini saja, Selasa (6/7) kasus Covid-19 menyentuh rekor kasus dan kematian.
Kasus bertambah 31.189 orang dan kematian 728 jiwa. Menanggapi pernyataan Covid-19 disebut masih terkendali, Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono punya pendapat berbeda.
"Terkendali itu? Seperti apa sih terkendalinya, kalau wabah itu harusnya kalau diatasi adalah istilahnya terkontrol. Artinya kasusnya sudah turun sampai seminimal mungkin. Itu artinya," katanya kepada JawaPos.com Selasa (6/7).
"Kalau terkendali saya enggak tahu artinya. Jadi, terkendali apa maksudnya? Tanya aja Pak Luhut apa artinya. Kalau terkontrol, artinya kasusnya sudah minimal, kemudian pertambahan kasus tak mungkin lagi meningkat," tambahnya.
Terkait tingginya kasus dan kematian, Tri Yunis mengungkapkan selama ini banyak kasus positif dan kematian di masyarakat masih belum terdata. Khususnya kasus positif dengan metode tes swab Antigen.
"Banyak kasus di masyarakat, seharusnya itu didata oleh komando yang mengepalai PPKM Darurat. Harusnya didata. Kasus yang ada di rumah-rumah di masyarakat, harusnya bisa didata oleh Pak RT. Meskipun kalau mau dilabel kasus itu suspek. Karena pada umumnya, kasus yang ada di masyarakat pada umumnya swab antigen positif," jelasnya.
Mirisnya lagi, beberapa pasien yang meninggal karena isolasi mandiri atau isoman, tidak dikonfirmasi positif oleh PCR. Lalu ada juga yang dimakamkan tidak dengan protokol Covid-19 karena tidak diperiksa atau dikonfirmasi dengan PCR.
"Yang memakamkan, melakukan protokol itu adalah masyarakat. Itu terjadi di RW saya, saya melihat dari jauh, saya sedih begitu. Kalau di masyarakat dengan swab antigen itu kan statusnya suspek. Yang terkonfirmasi itu jika dinyatakan oleh PCR di RS," ujarnya.
Pasien meninggal saat isoman, kata dia, ada pula yang sebelumnya tak melaporkan dirinya sakit ke Puskesmas. Maka saat dimakamkan, tidak dengan protokol Covid-19.
"Seram sekali situasinya. Pasti ada yang dikuburkan dengan tidak protokol Covid-19. Jadi pemandu PPKM Darurat harus tahu. Pasti ada yang enggak lapor ke Puskesmas. Ada juga yang mungkin berbohong. Diperiksa keluarganya bisa negatif positif. Situasinya sekarang semakin seram," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
