Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Juni 2023 | 05.19 WIB

Kisah Anak Suku Badui yang Sembuh dari Lumpuh, Bikin Warga Lainnya Berbondong-bondong Daftar JKN

BPJS Kesehatan menghadirkan inovasi BPJS SATU! layanan BPJS Kesehatan yang selalu Siap Membantu peserta JKN-KIS di rumah sakit. - Image

BPJS Kesehatan menghadirkan inovasi BPJS SATU! layanan BPJS Kesehatan yang selalu Siap Membantu peserta JKN-KIS di rumah sakit.

JawaPos.com - Warga Suku Badui yang dikenal mengisolasi diri dari kesehatan modern kini mulai membuka diri dengan pengobatan-pengobatan yang dilakukan rumah sakit. Hal itu lantaran kisah salah satu anak Badui yang mulai sembuh dari kelumpuhan saat diberikan perawatan rumah sakit modern.

Suku Badui yang selama ini lebih percaya dengan pengobatan tradisional kemudian tampak penasaran dan mencoba percaya dengan pengobatan yang telah membuat bocah bernama Sardin, 11, itu dapat berlari kembali.
 
Sardin yang merupakan salah satu masyarakat Badui Dalam, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten itu dioperasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di salah satu rumah sakit.
 
Mulanya, Rahmi Hidayati, seorang pemerhati masyarakat Badui menceritakan kisah Sardin yang mengalami lumpuh total kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia bercerita bahwa Sardin lumpuh selama satu tahun sejak 2020 akhir hingga 2021 akhir. Adapun kelumpuhan itu disebabkan terjatuh saat memikul kayu membantu orang tuanya. 
 
"Saya foto Sardin yang terkulai lemas karena lumpuh, saya kirim foto itu ke pak Menkes. Saya bilang, 'Kita bisa bantu apa?' Kata pak Menkes, 'Pokoknya diurus sama pak dirjen nanti semua biaya kami tanggung,'" ujar Rahmi menirukan percakapannya dengan Budi, dikutip JawaPos.com, Minggu (11/6).
 
Setelah itu, Sardin akhirnya dibawa ke RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pada saat proses administrasi, Rahmi diminta mendaftarkan Sardin sebagai peserta JKN PBI. 
 
"Saya lapor ke pak Menkes kemudian beliau langsung urus dan menghubungi langsung BPJS Kesehatan Banten. Akhirnya dalam waktu 2 hari itu selesai BPJS nya," ceritanya.
 
Setelah menjalani operasi dan perawatan selama 3,5 bulan, perjuangannya berbuah hasil. Bocah itu kini mulai bisa menggerakan kedua tangan dan kakinya. 
 
Progres baik itu membuat kakek Sardin yang juga merupakan Jaro atau pimpinan suku Badui meminta warganya didaftarkan sebagai peserta JKN PBI. 
 
"Terus saya bilang ke pak Menkes bahwa warga Badui ingin daftar BPJS Kesehatan dan akhirnya diproses," jelas Rahmi.
 
Namun, kendala lainnya kemudian muncul. Warga Kanekes terkendala pendaftaran lantaran belum punya KTP. Namun, setelah kembali berkoodinasi, para warga pun akhirnya bisa melakukan perekaman terlebih dahulu di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak.
 
Sebanyak 200 orang masyarakat Badui dalam dan luar tengah antre melakukan perekaman kependudukan pada Sabtu (10/6) kemarin. Perekaman itu dilakukan hingga Minggu (11/6) di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten. 
 
Perekaman itu bertujuan agar warga Kanekes mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK). Sehingga, mereka bisa diusulkan sebagai peserta JKN PBI. 
 
Kepala Seksi (Kasie) JKN Dinkes Lebak Agus Rifki Hidayat menjelaskan, setelah keluar NIK, Disdukcapil akan menyerahkan data NIK warga ke Dinkes Lebak untuk diusulkan ke BPJS Kesehatan. Jika biaya PBI dari provinsi, maka NIK warga akan diserahkan ke pemerintah provinsi baru ke BPJS Kesehatan. Begitupun jika biaya PBI dari pemerintah pusat, NIK akan diserahkan ke Kemenkes, kemudian ke BPJS Kesehatan. 
 
"Data tahun 2022, dari 5.211 yang tercatat Disdukcapil, sudah ada 3.519 warga Kanekes masuk PBI dengan biaya pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat," tutur Rifki. 
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore