Ilustrasi nyeri haid. (Freepik)
JawaPos.com - Nyeri haid setiap bulan dianggap banyak perempuan sebagai hal yang wajar. Padahal, rasa nyeri yang berlebihan bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan serius, seperti endometriosis.
Konsultan ginekolog, spesialis endometriosis dan bedah minimal invasif serta robotik, dokter Sharifah Halimah Jaafar, mengatakan sejak kecil, anak perempuan diajarkan bahwa kalau haid memang harus sakit dan harus ditahan.
"Padahal tidak semua nyeri haid itu normal. Kalau sakitnya berat sampai mengganggu sekolah, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari, itu harus diperiksa, angan dibiasakan menahan sakit,” tutur Sharifah di Surabaya, Jumat (27/2).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, sekitar 6 - 7 juta perempuan di Indonesia diduga mengalami endometriosis, lantaran terbiasa menormalisasi rasa sakit saat menstruasi.
Endometriosis adalah gangguan saat jaringan yang normalnya melapisi bagian dalam rahim tumbuh di luar organ tersebut. Jaringan ini tetap mengikuti siklus menstruasi, sehingga memicu peradangan dan nyeri berulang tiap bulan.
Ada beberapa gejala Endometriosis yang perlu diwaspadai perempuan, di antaranya: nyeri haid kronis dan sangat menyakitkan (gejala ini paling umum terjadi), nyeri panggul kronis, nyeri saat berhubungan intim.
Kemudian nyeri saat buang air besar selama menstruasi, nyeri saat buang air kecil selama menstruasi, gangguan kesuburan, menstruasi tidak normal, dan gangguan pencernaan saat haid, seperti diare, konstipasi, mual, kembung.
"Salah satu cara sederhana mengenali apakah nyeri masih dalam batas wajar adalah menggunakan skala nyeri 0 - 10. Jika nyeri berada di angka 7 atau lebih, kondisi tersebut tidak boleh dianggap biasa," ucapnya.
Apabila nyeri berada di atas skor 7 dari 10, perempuan disarankan tidak menormalisasi rasa sakit dan segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan yang tepat.
"Lakukan evaluasi medis seperti USG atau MRI bila diperlukan. Selain itu, terapi medis sejak dini juga patut dipertimbangkan untuk mencegah kondisi bertambah buruk dan memicu penyakit serius," tegas dokter Sharifah.
Banyak pasiennya baru berobat ketika kondisinya sudah parah setelah bertahun-tahun menahan nyeri. Padahal, rasa sakit yang kian meningkat setiap bulan merupakan sinyal penting yang tak boleh diabaikan.
"Kita harus berhenti kepada anak perempuan bahwa sakit haid itu harus ditahan, tubuh tidak pernah berbohong. Kita tidak boleh membiarkan jutaan perempuan hidup dalam rasa sakit hanya karena menganggap itu hal biasa,” pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
