
Ilustrasi pelaksanaan imunisasi anak di Kota Makassar. Nur Suhra Wardyah/Antara
JawaPos.com - Target capaian imunisasi tahun 2023 masih jauh melenceng dari target. Kementerian Kesehatan RI awalnya menargetkan imunisasi secara nasional bagi bayi usia 0-11 bulan adalah 100 persen dengan target capaian pada trimester pertama sebesar 33,3 persen.
Namun, faktanya per April 2023, capaian imunisasi di seluruh Indonesia baru mencapai 4,02 persen alias 175 ribu bayi saja yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap.
Padahal, Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril mengatakan bahwa seharusnya cakupan imunisasi lengkap untuk bayi usia 0-11 bulan ini sebesar 33,3 persen di April 2023. Hingga kini, belum ada provinsi yang mampu mencapai target tersebut.
Bahkan, Syahril menyebut ada lima provinsi yang capaian imunisasinya masih di bawah 1 persen, yaitu Maluku, Sumatera Utara, Papua, DI Jogjakarta, dan Aceh.
“Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan dan rentan terjadinya kejadian luar biasa (KLB)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/5).
"Karena rendahnya cakupan imunisasi pada anak dan bayi mengakibatkan tidak terbentuknya Herd Immunity, tentunya nanti akan berpotensi terjadinya outbreak atau KLB,” imbuhnya.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan kesadaran para orang tua untuk bersama-sama membantu agar cakupan imunisasi mencapai target.
Syahril mengingatkan bahwa mayoritas provinsi di Indonesia memiliki resiko penularan polio, campak, dan difteri yang tinggi.
"Sebanyak 21 provinsi dan 296 kabupaten/kota merupakan wilayah dengan risiko tinggi transmisi polio," ucapnya.
Hal yang sama berlaku dengan campak. Sebanyak 10 provinsi dan 194 kabupaten/kota di Indonesia masuk ke dalam wilayah dengan risiko transmisi campak yang tinggi dan sangat tinggi.
Pada 2022 sampai 2023, terjadi KLB polio tipe 2 di Indonesia. Pada 2022 di Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie, Aceh Utara, dan Bireuen, dan pada tahun 2023 cakupan imunisasi polio di Purwakarta Jawa Barat sangat rendah.
“Dalam upaya mengejar cakupan imunisasi, Kemenkes menjalankan program pemberian imunisasi tambahan polio, difteri dan campak. Imunisasi tambahan polio dilakukan di provinsi Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Sementara imunisasi tambahan difteri dilaksanakan di kabupaten Garut, serta imunisasi tambahan campak di provinsi Papua Tengah,” pungkas Syahril.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
