Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Mei 2023 | 06.23 WIB

Konsumsi MSG Berbahaya, Cek Faktanya!

Media Workshop Cinta Pakai Micin, Why Not? di Surabaya. - Image

Media Workshop Cinta Pakai Micin, Why Not? di Surabaya.

JawaPos.com–MSG (Monosodium Glutamat) atau biasa yang dikenal sebagai micin adalah salah satu penyedap rasa semua masakan yang merupakan garam sodium atau natrium dari asam glutamat. Nah, natrium yang terdapat dalam MSG merupakan natrium yang sama seperti pada garam dapur atau garam meja. Sedangkan, asam glutamat adalah asam amino alami terdapat dalam daging, ikan/seafood, sayuran seperti tomat, bawang putih, kentang, dan sayuran lain, serta dalam rumput laut jenis konbu.

”Kandungan Na di MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur pada takaran yang sama. MSG mengandung 13,6 persen Na atau 12 persen Na dalam bentuk MSG monohidrat, sedangkan garam dapur 39 persen Na. Penggunaan MSG dalam masakan bahkan dapat menurunkan penggunaan garam dapur yang normal,” ujar Prof. Dr. Hanifah Nuryani Lioe saat workshop Cinta Pakai Micin, Why Not? di Surabaya.

Hanifah menambahkan, MSG sebagai bahan tambahan pangan (BTP) yang diizinkan telah dijelaskan Kementerian Kesehatan melalui Permenkes dan BPOM. Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan menjelaskan bahwa MSG dikategorikan sebagai BTP penguat rasa.

Kadar penggunaan maksimum MSG dalam peraturan tersebut adalah CPPB. Karena sifatnya tidak menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan (tidak dinyatakan atau not specified). Sehingga, kadar penggunaan ditentukan produsen pangan dengan batasan secukupnya atau kadar yang paling rendah yang sudah memberikan rasa yang diinginkan.

Nilai ADI yang menunjukkan aman tersebut karena bukan merupakan ADI numerik yang dikeluarkan JECFA di bawah join lembaga internasional Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) membuat MSG juga aman ditambahkan pada masakan.

Dokter Maretha Primariayumengungkapkan, penambahan MSG pada makanan tidak mengurangi gizi dari makanan tersebut. Bahkan, asam amino glutamat yang terkandung dalam bumbu umami seperti Monosodium Glutamat (MSG) dapat membantu meningkatkan selera makan. 

”Peningkatan selera makan ini membantu dalam pemenuhan asupan gizi yang baik,” ujar Maretha Primariayu.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi Perkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia (P2MI) Satria Gentur Pinandita menuturkan, masih banyak tanggapan miring beredar di masyarakat mengenai micin. Tak sedikit orang yang mengatakan bahwa micin menyebabkan efek negatif terhadap kesehatan atau pemicu terjadinya kelebihan berat badan (obesitas), kanker, hingga disebut sebagai penyebab kebodohan.

”Padahal telah dibuktikan dalam percobaan hewan, micin tidak menimbulkan efek negatif. Micin memiliki nilai acuan keamanan yang disebut ADI (acceptable daily intake atau asupan harian yang dapat diterima) not specified,” papar Satria Gentur Pinandita.

Hal itu menurut dia, sesuai keterangan dari JECFA komite dunia yang mengkaji risiko penggunaan bahan tambahan pangan seperti MSG di bawah Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO).

”Karena itu, P2MI (Perkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat  Indonesia) yang beranggota PT Ajinomoto Indonesia, PT Ajinex International, PT Sasa Inti, dan PT Daesang Ingredients Indonesia terus menyampaikan edukasi tentang micin ini ke masyarakat,” ungkap Satria Gentur Pinandita.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore