Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Maret 2018 | 00.56 WIB

Diabetisi Jangan Khawatir, Kini Ada Pemanis Alami Pengganti Gula

Daun stevia dan kacang kedelai Malika kandungan kecap Bango Light - Image

Daun stevia dan kacang kedelai Malika kandungan kecap Bango Light

JawaPos.com - Penyandang diabetes atau diabetisi tentu harus selalu menjaga kadar gula darahnya atau glukosa. Sehingga, harus menghindari penggunaan gula dan  minuman serta makanan manis termasuk kecap. Tapi, jangan khawatir, ada gula pengganti jauh lebih alami yang berasal ekstrak daun stevia.



Spesialis Gizi dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK menjelaskan daun stevia kini sudah banyak dan bisa diperoleh di Indonesia seperti Jabodetabek dan Pulau Jawa. Ekstrak daun stevia bahkan nol kalori dan seperdelapan lebih sedikit dari gula asli.


"Misalnya bikin kue butuh 1 cup gula pasir, dengan stevia hanya butuh 1 sendok teh. Itu bisa seperdelapan menjadi gula pengganti atau pemanis alami," ungkap Diana.


Diana menegaskan diabetisi boleh mengonsumsi stevia asalkan tetap memperhatikan campurannya. Misalnya kue, dia mengingatkan agar tepung juga wajib dibatasi bagi diabetisi.


"Perhatikan apa campurannya. Tepung tentu tak baik, lalu pakai stevia ditambah gula lagi misalnya," papar Diana.


Menurutnya salah satu langkah tepat dalam menerapkan gaya hidup sehat adalah dengan lebih memperhatikan pilihan bahan makanan dan kandungannya. Stevia sebagai pengganti gula cocok untuk gaya hidup sehat.


"Tentu diproses dulu hingga menjadi ekstrak, rasanya sudah manis banget pakai sedikit saja," paparnya.


Ekstral daun stevia pun kini hadir dalam rangkaian baru kecap Bango. Disampaikan dalam peluncuran Kecap Bango Light, Kamis (8/3), untuk mempertahankan ciri khas bahan utama pembuatan kecap Bango yaitu dengan kedelai hitam Malika serta pemanis alami stevia. Kandungan gulanya dijamin 30 persen lebih rendah dibanding gula asli.


"Kami melihat jumlah masyarakat Indonesia yang mulai menerapkan pola hidup dan pola makan lebih sehat kini semakin meningkat. Seiring dengan makin tingginya kesadaran akan risiko penyakit degeneratif akibat gaya hidup termasuk diabetes," tegas Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk Hernie Raharja.


Fakta tersebut didukung oleh Nielsen's New Global Health and Ingredient Sentiment Survey yang dirilis akhir 2016 mengenai pola makan masyarakat modern Indonesia. Survei ini menunjukkan 70 persen responden menjalani diet tertentu untuk menghindari penyakit degeneratif.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore