
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman di Indonesia.
JawaPos.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) memang masih menjadi penyakit yang menghantui Indonesia. Khususnya ketika memasuki musim hujan yang dapat memperluas penularan penyakit seperti dengue karena cepatnya perkembangbiakan nyamuk.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menyumbang sekitar 66 persen kematian akibat dengue di Asia tahun lalu. Sekaligus menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus tertinggi di kawasan Asia pada 2024.
Jika dilihat tren kasus dalam beberapa tahun terakhir, kasus Dengue di Indonesia juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2023, demam dengue terda[at 114.720 kasus. Lalu melonjak menjadi 257.271 kasus pada 2024. Situasi sampai 28 Oktober 2025, telah dilaporkan 131.393 kasus dan 544 kematian. Tak terkecuali pada anak-anak.
Bahkan, anak-anak termasuk dalam kelompok paling rentan terinfeksi dengue dengan risiko tinggi yang bisa berdampak pada kematian. Dipaparkan Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada 2024, sekitar 43 pesen kasus dengue terjadi pada golongan usia kurang dari 14 tahun. Dengan proporsi kematian terbesar yaitu 53 persen terjadi pada golongan usia 5-14 tahun.
“Penyebab kematian tersering adalah syok atau renjatan yang terjadi pada hari ke 4-5 demam,” ujar Prof Hartono dalam acara media briefing bertajuk Urgensi dan Kepemimpinan Indonesia dalam Perjuangan Melawan Dengue baru-baru ini di Jakarta.
Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dan memahami pencegahan hingga fase kritis demam berdarah dengue itu seperti apa. Terlebih sampai saat ini masih belum ada obat khusus untuk menyembuhkan anak atau pasien dari infeksi dengue.
“Pencegahan, diagnosis dini dan intervensi segera tepat waktu sangat penting dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas DBD,” tukasnya.
Para pembicara dalam acara media briefing bertajuk Urgensi dan Kepemimpinan Indonesia dalam Perjuangan Melawan Dengue baru-baru ini di Jakarta. (IST)
Lantas bagaimana pencegahannya? Pastinya tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan program 3M plus terutama di musim hujan penting untuk mengurangi populasi nyamuk. Lalu, penting untuk imunisasi bagi anak-anak yang memenuhi syarat mulai usia empat tahun, memberikan perlindungan terhadap virus dengue.
Jika anak telah menderita demam, Prof. Hartono menekankan, orang tua memiliki peran sentral dalam membawa anak berobat segera. Sebab, keterlambatan diagnosis dan intervensi berperan dalam terjadinya DBD yang berat.
3 Fase DBD
Diungkapkan Prof Hartono, DBD memiliki tiga fase penting dalam perjalanannya. Pertama yakni Fase demam, di mana biasanya terjadi pada 1-3 hari pertama. Lalu fase kedua adalah fase kritis pada hari ke- 4 dan 5. Lalu fase ketiga pad hari ke-6-7 adalah fase penyembuhan.
Dirinya mengingatkan kembali, apabila demam turun pada hari 4-5 bukan berarti sembuh 100 persentapi perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya syok. “Orang tua perlu berhati-hati dan waspada terhadap adanya syok dalam fase kritis. Bila anak tampak lemas, pucat, kaki tangan dingin, nyeri perut hebat perlu segera berobat ke fasyankes terdekat,” tukasnya.
Target Zero Dengue Deaths 2030
Data Kementerian Kesehatan di atas menunjukkan dengue merupakan ancaman yang terus meningkat di Indonesia. Mengingat kondisi cuaca saat ini, risiko penularan dengue berpotensi meningkat, dengan jumlah daerah endemis naik menjadi 471 pada 2025. Bahkan hampir semua kabupaten/kota telah melaporkan kasus, meski beberapa bersifat sporadis.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
