
Akupunktur untuk saraf kejepit dan HNP, Terapi tradisional yang diakui ilmiah. (Pexels)
JawaPos.com – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) secara resmi melantik Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter Spesialis Akupunktur Medik Indonesia (PDAI) untuk masa bakti 2025-2028.
Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru yang akan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan pendidikan akupunktur medik di Indonesia, serta penguatan peran dokter spesialis akupunktur medik dalam sistem kesehatan nasional.
Ketua Umum PP PDAI terpilih, dr. Edi Suhaimi, Sp.Ak., Subsp.Ak-AA(K).,M.H., C.Med dalam keterangan tertulisnya menyampaikan komitmennya untuk membawa PDAI menjadi organisasi profesi yang lebih profesional, solid, dan berkontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.
“Kita tentu dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks mulai dari perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi kedokteran perubahan regulasi kesehatan hingga kebutuhan masyarakat akan pelayanan akupuntur medik yang aman bermutu dan berbasis bukti ilmiah. Oleh karena itu dibutuhkan kepemimpinan yang revolusioner, tim yang tangguh serta kolaborasi yang kuat antara anggota dan komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi profesional,” ujar dr. Edi Suhaimi,.
Beberapa program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Pengurus Pusat PDAI masa bakti 2025-2028] seperti pengembangan pendidikan pelatihan advokasi kebijakan, pengabdian masyarakat serta perluasan jejaring kerja secara nasional, maupun internasional. Acara pelantikan ini dihadiri oleh 100 dokter spesialis akupunktur medik dari seluruh Indonesia, serta tamu kehormatan dari Kolegium Kedokteran, dan perwakilan organisasi profesi lain.
Wakil Ketua Umum PB IDI Kol. Laut (Purn) dr. Wiwieka, MARS dmenyampaikan apresiasi dan harapan kepada pengurus baru.
“Kami berharap PP PDAI yang baru dapat terus bersinergi dengan IDI dan pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menjaga kompetensi dan etika profesi dokter serta ikut menjaga ketahanan nasional di bidang kesehatan. Peran dokter spesialis akupunktur medik sangat krusial, terutama dalam layanan komplementer dan terpadu,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
