
Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Muladi Dome UNDIP, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - Satu tahun sudah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan. Di bidang kesehatan, program unggulan mereka yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian yang baik.
Hingga pertengahan Oktober 2025, sebanyak 44,9 juta warga telah mendaftar, dan 41,8 juta orang benar-benar hadir untuk menjalani pemeriksaan di seluruh Indonesia.
Program ini terbukti menjadi gerakan nasional baru dalam pencegahan penyakit dan deteksi dini kesehatan masyarakat.
"Lebih dari 41 juta masyarakat sudah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis. Ini menunjukkan gerakan pencegahan penyakit sudah mulai menjadi budaya," ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono.
Program CKG terbagi dalam tiga kategori: CKG Ulang Tahun, CKG Sekolah, dan CKG Khusus. Setiap kategori menyasar kelompok masyarakat berbeda. Dari bayi baru lahir, anak sekolah, hingga lansia.
Dari hasil pemeriksaan, Kementerian Kesehatan menemukan beberapa masalah kesehatan dominan di tiap kelompok usia.
Pada bayi baru lahir, penyebab kematian tertinggi adalah berat badan lahir rendah.
Sementara di kelompok anak sekolah, dua masalah besar muncul: kesehatan gigi dan kurangnya aktivitas fisik yang memicu obesitas.
"Kita menghadapi dua sisi ekstrem: di satu sisi masih ada anak-anak stunting, di sisi lain mulai muncul anak-anak obesitas, terutama di kota besar," kata Wamenkes.
Untuk usia dewasa, sekitar sepertiga populasi mengalami obesitas, baik dari berat badan maupun ukuran lingkar perut.
"Kalau lingkar perut laki-laki di atas 90 cm dan perempuan di atas 80 cm, itu artinya risiko penyakit jantung meningkat tajam. Obesitas ini menjadi faktor risiko utama penyakit tidak menular," jelasnya.
Sementara pada kelompok lansia, hipertensi menjadi temuan paling dominan. Yang mengejutkan, banyak warga baru mengetahui penyakitnya saat ikut pemeriksaan.
"Yang menarik, sebagian besar kasus hipertensi dan diabetes baru diketahui saat pemeriksaan dilakukan. Sebanyak 70 persen penderita diabetes dan tiga kali lipat penderita hipertensi sebelumnya tidak tahu bahwa mereka sakit. Artinya, deteksi dini lewat Cek Kesehatan Gratis ini sangat efektif untuk menemukan kasus tersembunyi," ungkap Dante.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama CKG bukan hanya mendeteksi penyakit, tetapi mencegah masyarakat jatuh ke kondisi berat seperti stroke, gagal ginjal, atau serangan jantung.
Kalau kita bisa tahu lebih awal, kita bisa mencegah orang jatuh ke komplikasi yang berat," tegasnya.
Prof. Dante juga menyoroti fakta bahwa biaya kesehatan di dunia naik lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
