Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Oktober 2025 | 02.09 WIB

Mengenal Costello Syndrome: Gangguan Genetik Langka yang Pengaruhi Pertumbuhan Fisik dan Mental

Penderita costello syndrome (dok. Genetics in Medicine) - Image

Penderita costello syndrome (dok. Genetics in Medicine)

JawaPos.com - Costello syndrome adalah salah satu penyakit genetik langka yang menarik perhatian dunia medis karena dampaknya yang begitu kompleks terhadap tubuh manusia. Kondisi ini tidak hanya menghambat perkembangan fisik dan mental, tetapi juga memengaruhi berbagai organ vital, termasuk jantung. Meski kasusnya sangat jarang, memahami sindrom ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung penanganan yang tepat bagi para penderitanya.

Melansir Medical News Today, costello syndrome merupakan kelainan genetik langka yang ditandai oleh keterlambatan perkembangan fisik dan intelektual. Penderitanya sering menunjukkan lipatan kulit yang longgar, tonus otot yang lemah, serta berbagai masalah lain yang memengaruhi pertumbuhan tubuh. Kondisi ini juga dapat menyebabkan munculnya tumor, baik yang jinak maupun ganas, serta kelainan pada struktur dan fungsi jantung.

Masalah jantung yang sering muncul pada penderita meliputi pembesaran otot jantung atau hipertrofi kardiomiopati, gangguan irama jantung, dan kelainan struktur jantung. Sindrom ini juga dikenal sebagai faciocutaneoskeletal (FCS) syndrome dan diperkirakan hanya memengaruhi sekitar 200 hingga 300 orang di seluruh dunia. Namun, jumlah sebenarnya mungkin lebih besar karena beberapa kasus belum terdiagnosis.

Tidak ada pengobatan spesifik yang dapat menyembuhkan Costello syndrome. Penanganan medis biasanya difokuskan untuk mengatasi gejala tertentu seperti gangguan jantung atau kesulitan belajar melalui terapi dan pendidikan khusus.

Gejala dan Tanda-Tanda Costello Syndrome

Sebagian besar gejala Costello syndrome tidak langsung terlihat saat lahir. Bayi biasanya memiliki berat badan normal, namun pertumbuhan mereka akan lebih lambat dibanding anak-anak lainnya seiring bertambahnya usia.

Ciri-ciri yang umum muncul antara lain tubuh pendek, perkembangan mental yang terlambat, kesulitan makan saat bayi, kepala besar, kulit longgar terutama pada tangan dan kaki, serta lipatan dalam pada telapak tangan dan kaki. Telinga rendah dengan cuping tebal, sendi yang lentur, dan mulut besar juga menjadi ciri khas.

Permukaan wajah penderita sering terasa kasar, dengan kemungkinan mata juling, serta adanya gangguan pada gigi dan tendon Achilles yang kaku. Penderita juga rentan mengalami masalah jantung seperti aritmia, serta memiliki kuku dan telapak kaki yang tebal. Semua gejala ini berkembang secara bertahap dan membutuhkan pengawasan medis intensif sejak dini.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Costello syndrome merupakan kondisi multisistem yang kompleks. Salah satu komplikasi utama terjadi pada sistem kardiovaskular, termasuk cacat jantung bawaan dan pembesaran otot jantung. Anak-anak dengan sindrom ini dapat mengalami detak jantung cepat atau tidak teratur sejak usia dini.

Selain itu, pembesaran kepala dan otak (makrosefali) ditemukan pada sekitar setengah penderita, yang dapat menyebabkan malformasi Chiari, kelainan struktural pada bagian bawah otak. Sekitar 20 hingga 50 persen penderita juga mengalami kejang akibat gangguan saraf.

Gangguan pertumbuhan tulang seperti kepadatan tulang rendah, risiko patah tulang, dan osteoporosis juga kerap ditemukan. Suplemen vitamin D serta kalsium biasanya diberikan untuk membantu memperkuat tulang.

Pertumbuhan tumor menjadi komplikasi lain yang serius. Tumor jinak berupa papilloma sering muncul di sekitar hidung, mulut, dan anus, sedangkan tumor ganas seperti rhabdomyosarcoma, neuroblastoma, dan transitional cell carcinoma dapat mengancam jiwa. Kondisi ini sering kali disalahartikan dengan sindrom genetik lain seperti Noonan syndrome dan cardiofaciocutaneous (CFC) syndrome, karena gejalanya yang mirip.

Penyebab dan Faktor Genetik

Costello syndrome disebabkan oleh mutasi pada gen HRAS, yaitu gen yang bertanggung jawab memproduksi protein H-Ras. Protein ini berperan penting dalam pertumbuhan dan pembelahan sel. Mutasi pada gen ini menyebabkan sel terus tumbuh tanpa kendali, sehingga memicu pembentukan tumor dan gangguan jaringan tubuh.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore