Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Oktober 2025 | 02.40 WIB

Waspadai Chikungunya, Infeksi Virus yang Disebabkan oleh Gigitan Nyamuk Aedes dengan Gejala Nyeri Sendi Hebat

Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab penyakit chikungunya (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab penyakit chikungunya (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Chikungunya adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Chikungunya. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, jenis nyamuk yang sama dengan penular demam berdarah dengue (DBD). 

Nama 'chikungunya' berasal dari bahasa Swahili yang berarti 'melengkung', hal ini mengacu pada posisi tubuh penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat yang menjadi gejala khas penyakit ini. 

Wabah chikungunya awalnya dilaporkan terjadi di beberapa wilayah seperti Afrika, Asia, Eropa, serta sejumlah pulau di Samudra Hindia dan Pasifik. Sementara itu, kasus pertama di benua Amerika tercatat pada tahun 2013 di kawasan Karibia.

Dikutip dari Alodokter, menurut Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/261/2025, pada Desember 2024 tercatat sebanyak 571 kasus chikungunya yang tersebar di tujuh provinsi di Indonesia. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai kasus kematian akibat penyakit tersebut.

Penyebab Penularan Chikungunya

Penyakit chikungunya disebabkan oleh virus Chikungunya (CHIKV) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Kedua nyamuk ini umumnya lebih aktif di siang dan malam hari.

Nyamuk ini membawa virus Chikungunya setelah menggigit seseorang yang terinfeksi. Penularan terjadi ketika nyamuk menggigit orang lain dan menularkan virusnya. Namun, virus Chikungunya tidak menular secara langsung dari manusia ke manusia, melainkan hanya melalui gigitan nyamuk.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada kelompok tertentu seperti bayi baru lahir, lansia berusia di atas 65 tahun. Selain itu, individu dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung dapat lebih rentan terinfeksi.

Gejala Penyakit Chikungunya

Gejala awal chikungunya umumnya ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba, disertai nyeri sendi khas. Setelah seseorang digigit nyamuk yang terinfeksi, gejala penyakit biasanya mulai muncul dalam waktu 4 hingga 8 hari, meskipun pada beberapa kasus dapat terjadi dalam rentang 2 hingga 12 hari.

Dikutip dari Halodoc, selain demam tinggi yang mendadak dan nyeri sendi, gejala chikungunya biasanya disertai ruam merah pada kulit, nyeri otot dan tulang, serta sendi yang bengkak. Penderita juga dapat mengalami sakit kepala, mata merah, mual hingga muntah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 5-80%penderita chikungunya dapat mengalami nyeri sendi yang menetap, serta rasa lelah berkepanjangan yang berlangsung selama beberapa bulan bahkan hingga bertahun-tahun setelah sembuh dari infeksi.

Setelah pulih, seseorang umumnya akan memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi chikungunya di masa mendatang. Kasus berat dan kematian akibat penyakit ini tergolong sangat jarang, dan jika terjadi biasanya disebabkan karena kondisi kesehatan lain yang sudah ada sebelumnya.

Pengobatan untuk Penderita Chikungunya

Pada sebagian besar kasus, gejala chikungunya biasanya membaik dalam waktu 1–2 minggu. Pengobatan penyakit ini berfokus pada peredaan gejala, seperti nyeri sendi dan demam. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore