Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 04.18 WIB

OCD dan Dampaknya pada Kehidupan Sehari-hari, Begini Cara Penanganannya

Ilustrasi OCD (Obsessive compulsive disorder) (Freepik) - Image

Ilustrasi OCD (Obsessive compulsive disorder) (Freepik)

JawaPos.com - Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah kondisi mental yang kompleks di mana seseorang menghadapi pikiran obsesif yang berulang dan dorongan untuk melakukan tindakan kompulsif agar perasaan cemas mereda.

Meskipun tampak seperti kebiasaan kecil, OCD bisa mengganggu aspek kehidupan sehari-hari seperti produktivitas, hubungan sosial, dan kesehatan mental seseorang.

Banyak orang yang mengira perilaku “bersih-bersih berlebihan” atau “cek-cek terus” hanyalah kebiasaan, padahal bisa menjadi bagian dari OCD jika sudah melampaui batas kewajaran.

Pengertian OCD

OCD adalah gangguan mental yang membuat penderitanya terdorong melakukan tindakan tertentu secara berulang demi meredakan kecemasan dari pikiran obsesif. Alodokter menjelaskan bahwa penderita biasanya sadar bahwa pikiran dan tindakan tersebut berlebihan, tapi merasa sulit menahan dorongan untuk melakukannya.

Gejala OCD

Gejala OCD terbagi menjadi dua kategori utama:

1. Obsesi

Pikiran atau dorongan berulang yang mengganggu, seperti takut kotor, cemas berlebihan tentang bahaya, atau keraguan berulang.

2. Kompulsi

Perilaku berulang untuk meredakan obsesi, misalnya mencuci tangan berkali-kali, memeriksa pintu berulang, atau melakukan ritual tertentu.

Penyebab OCD

Penyebab OCD tidak sepenuhnya pasti, tetapi sejumlah faktor risiko telah diidentifikasi. Menurut Prudential Syariah, salah satu faktor adalah genetik atau kecenderungan keluarga memiliki gangguan serupa. Alodokter menambahkan bahwa perubahan kimia dalam otak, genetika, dan faktor lingkungan bisa berperan dalam timbulnya OCD.

Beberapa faktor tambahan dapat memperbesar peluang seseorang terkena OCD, seperti stres berat, pengalaman traumatis, sifat perfeksionis, atau pernah mengalami gangguan mental lain. Alodokter menyebut bahwa orang dengan latar belakang gangguan kecemasan, depresi, atau kondisi stres tinggi memiliki kemungkinan lebih besar menjadi penderita OCD.

Dampak OCD dalam Kehidupan Sehari-hari

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore