Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 22.59 WIB

Kenali Kostokondritis, Dalang Nyeri Dada yang Sering Disangka Penyakit Jantung

Ilustrasi ketika tiba-tiba nyeri dada menyerang (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasakan nyeri dada yang tiba-tiba muncul tanpa sebab yang jelas? Rasa sakit ini seringkali membuat panik, terutama ketika nyeri tersebut semakin memburuk saat menarik napas dalam-dalam. Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menimbulkan kecemasan berlebih karena mirip dengan gejala serangan jantung. Namun, ternyata nyeri dada seperti ini bisa jadi merupakan tanda dari kondisi yang disebut kostokondritis.

Kostokondritis adalah peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada (sternum). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab nyeri dada non-kardiak yang cukup umum terjadi. Peradangan ini terjadi pada area yang disebut kostokondral junction, yaitu titik pertemuan antara tulang rusuk dan tulang rawan dada. Meskipun terdengar menakutkan, kostokondritis umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya.

Walaupun rasa sakitnya kerap kali membuat banyak orang panik dan mengira ini adalah penyakit jantung, tetapi ada karakteristik yang cukup khas dan mudah dikenali. Seperti nyeri yang dirasakan bisa berupa sensasi tajam, pegal, atau seperti ada tekanan di area dada. Rasa sakit ini dapat menjalar hingga ke lengan dan bahu, membuat penderita merasa tidak nyaman dalam beraktivitas. Adapun karakteristik yang paling khas yaitu nyeri akan semakin memburuk ketika menarik napas dalam, batuk, bersin, atau melakukan gerakan apapun yang melibatkan dinding dada.

Namun, ada gejala lain yang perlu diwaspadai adalah nyeri biasanya memengaruhi lebih dari satu tulang rusuk dan paling sering terjadi di sisi kiri tulang dada. Lokasi nyeri di sisi kiri inilah yang seringkali membuat penderita mengira sedang mengalami masalah jantung. Selain itu, intensitas nyeri juga dapat bervariasi dari ringan hingga berat, dan durasi nyeri juga dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam.

Meskipun kostokondritis cukup umum terjadi, penyebab pastinya seringkali tidak dapat diidentifikasi dengan jelas. Namun, menurut Mayo Clinic, kondisi ini mungkin berkaitan dengan trauma fisik, penyakit tertentu, atau tekanan fisik seperti batuk parah yang berlangsung lama. Faktor-faktor seperti aktivitas fisik berlebihan, angkat beban berat, atau bahkan postur tubuh yang buruk dalam waktu lama juga dapat memicu terjadinya peradangan pada tulang rawan dada. Pada beberapa kasus, infeksi saluran pernapasan atas yang disertai batuk keras dan berkepanjangan juga dapat menjadi pemicu kostokondritis.  

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa kostokondritis dapat membaik dengan sendirinya. Meski begitu, proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu atau lebih. Karena itu, Alodokter memberikan beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan untuk penanganan kondisi ini.

  • Istirahat yang Cukup 

Memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh merupakan langkah pertama yang penting dalam proses penyembuhan kostokondritis. Hindari aktivitas fisik berat atau gerakan yang dapat memperparah nyeri dada. Istirahat memungkinkan proses peradangan mereda secara alami dan mencegah iritasi lebih lanjut pada area yang terkena.

  • Latihan Peregangan Otot Dada 

Melakukan peregangan otot dada secara perlahan dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan fleksibilitas area yang terkena. Gerakan peregangan yang lembut seperti memutar bahu atau meregangkan lengan ke samping dapat membantu meredakan nyeri. Lakukan peregangan ini secara bertahap dan hentikan jika nyeri bertambah parah.

  • Kompres Hangat atau Dingin

Kamu juga dapat mengompres area yang nyeri untuk memberikan efek analgesik alami yang membantu meredakan peradangan. Kompres dingin ini efektif untuk mengurangi pembengkakan pada fase akut, sementara kompres hangat lebih baik untuk melemaskan otot yang tegang. Gunakan kompres selama 15-20 menit beberapa kali sehari untuk hasil optimal.

  • Pemeriksaan Medis dan Pengobatan Lanjutan 

Jika nyeri dada cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter dapat meresepkan berbagai jenis obat sesuai dengan tingkat keparahan gejala yang dialami. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau diclofenac dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri secara efektif.

Namun, untuk kasus yang lebih berat, dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri yang mengandung tramadol untuk mengatasi nyeri yang lebih intens. Antidepresan trisiklik seperti amitriptyline terkadang digunakan untuk nyeri kronis yang sulit diatasi dengan obat konvensional. Obat antikejang seperti gabapentin juga dapat menjadi pilihan untuk mengatasi nyeri neuropatik yang mungkin menyertai kondisi ini, bahkan suntikan kortikosteroid langsung ke area yang nyeri juga dapat diberikan untuk kasus yang sangat parah dan tidak merespons pengobatan lainnya.

Mengingat penyebab kostokondritis seringkali tidak jelas dan gejalanya mirip dengan penyakit serius lainnya, diagnosis yang tepat menjadi sangat penting. Nyeri dada yang dirasakan dapat menyerupai gejala penyakit jantung, gangguan paru-paru, atau bahkan masalah sistem pencernaan seperti GERD. Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan, terutama jika nyeri terus berulang dengan frekuensi yang sering atau intensitas yang semakin memburuk. Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menjalani pemeriksaan seperti EKG, rontgen, CT scan, ataupun MRI untuk memastikan bahwa nyeri dada yang dialami memang benar-benar disebabkan oleh kostokondritis dan bukan kondisi medis lain yang lebih serius.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore