Siloam Hospitals Bali resmi meluncurkan program Chest Pain Ready Hospital. (Istimewa)
JawaPos.com - Penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi momok menakutkan bagi kehidupan masyarakat. Penyakit ini juga masih menduduki peringkat pertama penyebab kematian.
Data Riskesdas menunjukkan prevalensi penyakit kardiovaskular mencapai sekitar 1,5 persen dari total populasi dan terus meningkat. Di Provinsi Bali, tren penyakit jantung koroner juga menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk pada kelompok usia produktif.
Melihat fenomena ini, Siloam Hospitals Bali meluncurkan program Chest Pain Ready Hospital di Icon Mall Bali. Program ini merupakan sistem kesiapan terpadu yang dirancang untuk memastikan respons medis cepat, terukur, dan terintegrasi bagi pasien dengan keluhan nyeri dada, gejala yang sering menjadi indikasi awal serangan jantung.
Hospital Director Siloam Hospitals Bali, dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni mengatakan, waktu menjadi penentu hidup dan mati seseorang dalam kondisi ini. Oleh karena itu, program ini dibuat berdasarkan kondisi yang sesungguhnya terjadi.
“Dalam dunia kardiologi, ada prinsip ‘Time is Muscle’ semakin cepat ditangani, semakin banyak otot jantung yang bisa diselamatkan. Banyak pasien terlambat ditangani karena menganggap nyeri dada hanya ‘masuk angin’ atau ‘asam lambung’," kata Putri, Kamis (13/3).
"Melalui Chest Pain Ready Hospital, kami memastikan yang cepat bukan hanya ambulansnya, tetapi juga keputusannya. Saat pasien tiba, skrining dan EKG dilakukan dalam hitungan menit agar tim jantung bisa langsung bertindak,” imbuhnya.
Sementara, dr. I Made Junior Rina Artha mengatakan, kecepatan adalah kunci dalam menangani sumbatan pembuluh darah total. Oleh karena itu, butuh tindakan cepat demi menyelamatkan masyarakat.
“Target kami adalah mencapai door-to-balloon time maksimal dalam 90 menit sejak pasien tiba di rumah sakit. Ini adalah standar internasional yang terbukti secara klinis mampu meningkatkan angka keselamatan dan meminimalkan kerusakan jantung permanen,” imbuhnya.
Selain kecepatan respons IGD, Siloam Hospitals Bali juga menyoroti kelengkapan layanan jantung dari hulu ke hilir yang didukung oleh tim spesialis lintas disiplin. Saat ini sudah ada kemajuan eknik minimal invasive.
“Kami telah mengembangkan teknik operasi bypass jantung dengan sayatan minimal, yang memberikan rasa nyeri lebih sedikit dan masa pemulihan pasien jauh lebih cepat,” ungkap dr. Dudy Arman Hanafy.
Kehadiran komunitas klinik mitra dalam acara ini juga menjadi simbol pentingnya kolaborasi dalam sistem rujukan. Manajemen Siloam Hospitals Group menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan layanan unggulan kardiologi ini sebagai bagian dari strategi pengembangan Centre of Excellence secara nasional.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
