Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 05.14 WIB

Robot Bedah Otak Pertama di Indonesia, Dokter Juga Butuh ‘Navigasi’ dengan Teknologi Mumpuni, Minim Komplikasi

Brainlab Cirq Robotic Suite atau robot bedah otak. (ist) - Image

Brainlab Cirq Robotic Suite atau robot bedah otak. (ist)

JawaPos.com – Kehadirkan teknologi robotic dalam dunia kedokteran bukanlah hal baru. Peralatan dengan kecanggihan robotic ini bukan untuk menggantikan kerja dokter tapi membantu proses tindakan medis untuk hasil penyembuhan yang maksimal.

Salah satunya Brainlab Cirq Robotic Suite atau robot bedah otak yang dihadirkan Siloam International Hospitals. Diluncurkan dalam Siloam Neuroscience Summit (SNS) 2025, robot bedah otak ini merupakan teknologi mutakhir bedah saraf dan otak pertama di Indonesia.

Diungkapkan CEO Siloam International Hospitals, Caroline Rudy, hadirnya Brainlab Cirq Robotic Suite di Indonesia bisa menjadi kunci untuk operasi yang lebih aman, efektif, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Sebab, pasien di Indonesia bisa merasakan teknologi yang digunakan dunia, yang sebelunya hanya tersedia di pusat neuroscience internasional.

“Kami percaya bahwa presisi sejati hadir ketika teknologi canggih dipadukan dengan keahlian para dokter bedah saraf terbaik bangsa. Precision meets experts,” ujar Caroline dalam peluncuran Brainlab Cirq Robotic Suite di Jakarta baru-baru ini.

Bedah otak (brain surgery) merupakan salah satu cabang kedokteran paling kompleks, karena presisi adalah segalanya. Dikatakan Dokter Bedah Syaraf, Julius July, kehadiran robot bedah otak ini untuk menavigasi dokter agar tidak salah arah. Dalam arti, bukan menggantikan dokter, tapi alangkah baiknya ada rekonfirmasi karena urusan bedah saraf itu tidak sampai milimeter.

“Kita beruntung punya teknologi ini. Kalau ada robot kita bisa lebih presisi. Teknologi ini tentunya menjaga pasien tapi juga kami, untuk menghasilkan yang baik. Itu menjadi tugas kami,” tukas Julius dalam konferensi pers.

Kehadiran robotic navigation memungkinkan prosedur dilakukan dengan akurasi lebih tinggi. Tentunya dengan risiko komplikasi lebih kecil dan pemulihan pasien lebih cepat. Tindakan operasi pun tentunya bisa lebih optimal dengan memaksimalkan kenyamanan pasien.

Tapi, orang dibalik alat canggih ini pun sama pentingnya. Pentingnya presisi robot berpadu dengan intuisi klinis dan pengalaman para ahli bedah saraf Indonesia. Kombinasi inilah yang menciptakan standar baru dalam keamanan prosedur, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien pascaoperasi.

Peluncuran Brainlab Cirq Robotic Suite makin memperkuat posisi layanan Siloam sebagai jaringan rumah sakit di Indonesia dengan teknologi advanced robotic. Sebelumnya, Siloam telah terlebih dahulu meluncurkan Da Vinci Xi untuk bedah digestive, urologi dan obsgyn, dan CUVIS Joint untuk bedah ortopedi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore