Ilustrasi tanaman calla lily (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bagi penderita asma, keberadaan tanaman hias bisa menimbulkan kekhawatiran. Serbuk sari yang memicu alergi, debu pada daun, hingga jamur akibat penyiraman berlebih dapat memperburuk gejala. Meski begitu, tidak semua tanaman berisiko. Beberapa jenis tanaman indoor justru cenderung aman dan dapat menambah keindahan ruangan tanpa memicu serangan asma.
Melansir dari Medical News Today, beberapa tanaman hias terkenal memiliki risiko rendah dalam menghasilkan serbuk sari. Peace lily (Spathiphyllum) misalnya, dikenal dapat membantu menyaring racun dan bahan kimia di udara, meski jumlah tanaman di rumah biasanya tidak cukup untuk benar-benar memurnikan udara. Penting diingat, peace lily sangat beracun bagi kucing, sehingga pemilik hewan peliharaan perlu berhati-hati.
Dracaena atau "false palms," termasuk snake plant, juga memiliki output serbuk sari yang rendah dan cocok sebagai penghias ruangan. Namun, tanaman ini juga beracun bagi hewan peliharaan. Kaktus seperti saguaro, barrel, dan old lady cactus hampir tidak menghasilkan serbuk sari di udara, sehingga menjadi pilihan aman lainnya. Begitu pula Pothos atau Devil's ivy, tanaman merambat yang tidak menambah kadar serbuk sari di rumah, tetapi tetap berbahaya bagi hewan peliharaan bila tertelan.
Mitos dan Fakta Tanaman Penyaring Udara
Penelitian NASA pada akhir 1980-an menunjukkan bahwa tanaman dapat membantu menyerap zat kimia di udara. Sejak itu, banyak orang percaya bahwa menempatkan tanaman indoor akan meningkatkan kualitas udara. Namun, studi pada 2019 mengungkap, untuk benar-benar membersihkan udara di rumah, dibutuhkan sekitar 10 tanaman per kaki persegi—jumlah yang jelas sulit dipenuhi di kebanyakan rumah.
Artinya, menambahkan satu atau dua tanaman tidak cukup signifikan dalam memurnikan udara. Bagi penderita asma, penggunaan sistem filtrasi udara atau pembersih udara mungkin jauh lebih efektif untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Tips Berkebun Aman untuk Penderita Asma
Bagi yang ingin menghias halaman atau taman, ada beberapa langkah penting agar tetap ramah bagi penderita asma. Hindari menanam rumput atau rye grass yang menghasilkan serbuk sari ringan dan mudah terbawa angin. Diskusikan pilihan tanaman dengan ahli botani lokal, hindari tanaman beraroma tajam, rutin mencabut gulma, dan pertimbangkan mengganti sebagian rumput dengan elemen taman lain yang tidak memicu alergi.
Ketika menanam, lakukan aktivitas berkebun di pagi hari atau saat angin tenang. Pilih tanaman asli daerah setempat karena cenderung lebih mudah dirawat dan menimbulkan lebih sedikit masalah alergi. Hindari menumpuk kompos yang dapat menjadi sumber jamur dan alergen tambahan.
Perawatan Tanaman Indoor untuk Mengurangi Risiko
Selain memilih jenis tanaman, cara merawatnya juga penting. Bersihkan debu di daun dengan kain lembap secara teratur agar tidak terhirup. Hindari penyiraman berlebihan yang dapat menimbulkan jamur di pot. Pilih tanaman yang proses penyerbukannya melalui serangga ketimbang angin, karena serbuk sarinya tidak mudah terbang.
Langkah lain untuk menjaga udara tetap sehat meliputi menjaga kebersihan sistem pemanas dan pendingin, memastikan cerobong atau perapian berventilasi baik, serta menghindari asap rokok di dalam rumah.
Faktor Pemicu Asma yang Perlu Dihindari
Selain tanaman, ada banyak pemicu asma lain di dalam rumah. Debu dan tungau yang menumpuk di permukaan datar dapat memicu serangan asma. Membersihkan dengan kain lembap secara rutin sangat dianjurkan untuk mencegah masalah ini.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
