Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 12.10 WIB

Gigi Berlubang Bukan Masalah Sepele, Ini 8 Kebiasaan Pemicunya dan Cara Efektif Pencegahannya

Ilustrasi ketika seseorang mengalami sakit gigi akibat gigi berlubang (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan minuman bersoda telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Banyak orang yang gemar menikmati permen, cokelat, atau minuman ringan tanpa menyadari dampaknya terhadap kesehatan gigi. Kebiasaan ngemil yang tidak terkontrol, terutama makanan tinggi gula, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak di dalam mulut. Ironisnya, sebagian besar masyarakat masih menganggap sepele masalah kesehatan gigi dan mulut.

Ditambah lagi dengan masih banyaknya orang yang hanya menyikat gigi sekali sehari atau bahkan melewatkan rutinitas menyikat gigi sebelum tidur. Penggunaan benang gigi atau dental floss pun masih sangat jarang dilakukan, padahal area sela-sela gigi merupakan tempat favorit bakteri bersembunyi. Selain itu, kebiasaan buruk seperti jarang berkumur setelah makan atau minum juga memberikan kesempatan bagi bakteri untuk menghasilkan asam yang merusak enamel gigi dan memicu terbentuknya gigi berlubang.

Namun, sebagian orang mungkin tidak menyadari tanda-tanda atau gejala awal gigi berlubang. Kondisi ini dikarenakan gigi berlubang biasanya berlangsung secara bertahap, dimulai dengan munculnya bercak putih atau cokelat pada permukaan gigi yang tampak seperti noda biasa. Kemudian, biasanya sensitivitas gigi terhadap makanan atau minuman manis, asam, panas, atau dingin juga mulai terasa, yang sayangnya kondisi ini sering kali diabaikan. Seiring berjalannya waktu, gejala ini akan semakin jelas bahkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, Hello Sehat menyoroti beberapa faktor penyebab utama terjadinya gigi berlubang. Faktor-faktor ini juga saling berkaitan dan dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi jika tidak ditangani atau dicegah dengan baik.

1. Jarang Menyikat Gigi

Kebiasaan tidak menyikat gigi secara teratur memungkinkan penumpukan plak dan bakteri di permukaan gigi. Plak yang tidak dibersihkan akan mengeras menjadi karang gigi dan terus memproduksi asam yang mengikis enamel gigi.

2. Makanan dan Minuman Manis

Mengonsumsi gula berlebihan memberikan nutrisi bagi bakteri di mulut untuk berkembang biak dan memproduksi asam. Makanan seperti permen, cokelat, kue, dan minuman manis menjadi sumber energi utama bagi bakteri perusak gigi.

3. Makanan dan Minuman Asam

Mengonsumsi makanan dan minuman dengan tingkat keasaman tinggi juga dapat langsung mengikis enamel gigi. Buah-buahan asam, minuman bersoda, dan jus buah dengan pH rendah dapat melemahkan struktur gigi secara langsung.

4. Tidak Membersihkan Gigi dengan Benang atau Dental Floss

Area sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat gigi menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Penggunaan benang gigi sangat penting untuk membersihkan sisa makanan dan plak di area yang sulit dijangkau sikat gigi biasa.

5. Mulut Kering

Kondisi mulut yang kering mengurangi produksi air liur yang berfungsi menetralkan asam dan membersihkan bakteri. Mulut kering dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan, kondisi medis tertentu, atau kebiasaan bernapas melalui mulut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore