
Ilustrasi perbedaan warna urine. (Freepik)
JawaPos.com - Kamu mungkin pernah memperhatikan urine kadang tampak lebih pekat daripada biasanya, terutama di pagi hari atau setelah aktivitas berat. Namun, tahukah kamu bahwa perubahan warna urine tidak hanya sebatas kuning pekat atau jernih saja. Faktanya, urine dapat menampilkan berbagai perubahan warna yang disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan yang mungkin perlu mendapat perhatian lebih.
Urine atau air seni sebenarnya merupakan produk limbah yang dihasilkan oleh ginjal melalui proses penyaringan darah. Ketika kondisi normal, urine memiliki warna kuning muda atau kuning jerami yang berasal dari pigmen urochrome. Konsentrasi pigmen ini juga dapat berubah tergantung pada tingkat hidrasi tubuh, konsumsi makanan tertentu, obat-obatan, dan kondisi kesehatan seseorang.
Untuk itu, Hello Sehat memberikan penjelasan terkait perubahan warna urine. Setiap perubahan warna bisa menjadi indikasi tentang kondisi kesehatan individu, mulai dari dehidrasi ringan hingga gangguan fungsi organ.
1. Kuning Pekat
Urine yang berwarna kuning pekat umumnya mengindikasi dehidrasi ringan hingga sedang, di mana tubuh kekurangan cairan sehingga konsentrasi pigmen urochrome meningkat.
Selain itu, warna kuning pekat juga dapat disebabkan oleh konsumsi antibiotik tertentu yang mengubah komposisi kimia urine. Adapun dalam beberapa kasus, kondisi medis seperti klamidia atau gangguan fungsi hati juga dapat menyebabkan urine tampak lebih pekat dari biasanya.
2. Merah Muda atau Merah
Urine berwarna merah muda hingga merah biasanya terjadi karena adanya darah yang tercampur dalam urine. Meskipun terlihat mengerikan dan mengkhawatirkan, penyebab munculnya darah dalam urine tidak selalu serius dan dapat berasal dari berbagai kondisi.
Kondisi seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau batu kandung kemih dapat menjadi salah satu penyebabnya. Namun, kondisi ini masih dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat.
Walaupun begitu, tetap ada beberapa kasus di mana darah dalam urine menjadi indikasi pembesaran prostat atau bahkan tumor, sehingga memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
3. Oranye
Urine yang berwarna oranye seringkali berkaitan dengan konsumsi obat-obatan tertentu. Obat antiinflamasi seperti phenazopyridine dan sulfasalazine, obat pencahar, serta obat kemoterapi dapat mengubah warna urine menjadi oranye.
Selain faktor obat-obatan, warna oranye juga dapat menjadi indikasi adanya gangguan fungsi hati atau dehidrasi yang sudah cukup parah.
4. Cokelat Gelap
Urine yang berwarna cokelat gelap merupakan tanda bahaya yang mengindikasikan dehidrasi dengan tingkat yang sangat parah. Kondisi ini terjadi ketika kandungan air dalam urine sangat sedikit, sehingga konsentrasi pigmen pewarna urine menjadi sangat tinggi.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
