
Ilustrasi penderita stroke. (jcomp/Freepik).
JawaPos.com - Digital Subtraction Angiography (DSA) kini menjadi salah satu prosedur penting dalam dunia medis untuk mengenali gangguan pembuluh darah otak, termasuk stroke. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat aliran darah secara detail, bahkan hingga ke pembuluh kecil yang sering luput dari hasil CT Scan atau MRI.
Banyak orang masih menganggap remeh gejala awal stroke seperti pusing mendadak, wajah terasa baal sebelah, sulit bicara, atau tangan yang tiba-tiba lemas. Padahal, tanda-tanda tersebut bisa menjadi alarm serius bahwa ada penyumbatan atau kelainan pada aliran darah otak.
Di sinilah DSA hadir sebagai “mata ketiga” dokter dalam memantau jalur darah di otak secara real-time.
“DSA membantu kami melihat kondisi aliran darah di otak secara langsung. Kami bisa mendeteksi sumbatan, penyempitan, aneurisma, atau gangguan lain yang tidak terlihat pada pemeriksaan CT Scan maupun MRI,” jelas dr. Febian Sandra, Sp.Rad, Subsp.RI(K), Konsultan Radiologi Intervensi di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Senin (8/10).
DSA adalah pemeriksaan pembuluh darah menggunakan sinar-X dan zat kontras. Prosesnya dimulai dengan penyuntikan zat kontras melalui kateter ke dalam pembuluh darah, lalu kamera khusus merekam aliran darah secara langsung.
Hasil rekaman kemudian diolah oleh komputer untuk menghapus latar belakang seperti tulang atau jaringan, sehingga hanya tampak jalur aliran darah.
Prosedur ini dilakukan di laboratorium kateterisasi dengan metode minimal invasif. Meski menggunakan peralatan canggih, tindakan ini tetap aman karena ditangani oleh tim medis berpengalaman.
“Teknologi DSA memberi gambaran tajam tentang pembuluh darah. Informasi ini sangat penting untuk dasar pengambilan keputusan medis,” tambah dr. Febian.
CT Scan: Cepat dan efektif melihat struktur otak dan tulang, tetapi kurang akurat untuk menilai pembuluh darah kecil.
MRI/MRA: Unggul dalam memperlihatkan jaringan lunak dan persarafan, namun ada keterbatasan untuk area pembuluh tertentu.
DSA: Menjadi “golden standard” untuk menilai kondisi pembuluh darah dan alirannya secara langsung dengan presisi tinggi.
Pemeriksaan ini biasanya disarankan untuk pasien dengan gejala stroke, riwayat stroke berulang, hasil CT/MRI yang mencurigakan adanya kelainan pembuluh darah, atau keluhan seperti pusing berkepanjangan dan pandangan kabur mendadak.
Bethsaida Hospital Gading Serpong sendiri telah menghadirkan layanan DSA dengan fasilitas lengkap, mulai dari ruang angiografi modern, teknologi imaging terkini, hingga tim spesialis radiologi intervensi yang berpengalaman.
“Deteksi dini adalah kunci mencegah komplikasi. Karena itu, layanan DSA kami hadir terintegrasi dengan tim neurologi, bedah saraf, dan radiologi intervensi,” jelas dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital.
Ia menambahkan, banyak pasien datang dengan gejala samar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
