Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 16.49 WIB

Stop Kurang Tidur! Ketidakseimbangan Hormon Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Ilustrasi seseorang yang kurang tidur. (Canva) - Image

Ilustrasi seseorang yang kurang tidur. (Canva)

JawaPos.com - Kurang tidur menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak diremehkan, padahal berdampak langsung pada metabolisme tubuh.

Tidur kurang dari tujuh jam per malam dapat mengacaukan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang sehingga membuat berat badan bisa naik.

Selain memengaruhi hormon, kurang tidur juga menurunkan energi, membuat orang lebih cenderung memilih makanan tinggi kalori untuk mengganjal rasa lelah.

Dilansir dari Instagram @healthline, berikut ini empat alasan ilmiah mengapa kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara signifikan.

1. Hormon Ghrelin Meningkat

Ketika tubuh tidak mendapat tidur cukup, produksi hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar meningkat drastis sehingga memicu keinginan makan berlebihan.

Ghrelin memberi sinyal ke otak agar terus mencari makanan, sehingga nafsu makan menjadi sulit dikendalikan, terutama terhadap makanan manis atau berlemak.

Akibatnya, meski tubuh tidak memerlukan energi tambahan, seseorang akan cenderung makan lebih banyak sepanjang hari dan malam.

Kelebihan ghrelin ini sering mendorong camilan larut malam, yang langsung menambah asupan kalori dan lemak tubuh.

Orang yang tidur kurang dari tujuh jam memiliki kadar ghrelin lebih tinggi dibanding mereka yang tidur cukup. Ini akan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

2. Hormon Leptin Menurun

Leptin adalah hormon yang memberi sinyal kenyang ke otak, namun produksinya menurun drastis saat tidur tidak cukup sehingga tubuh sulit merasa puas setelah makan.

Turunnya leptin memicu pola makan berlebih karena otak tidak menerima sinyal kenyang, membuat seseorang makan lebih sering atau menambah porsi makan.

Leptin rendah juga akan menciptakan dorongan makan yang tidak terkendali atau sulit dihindari, meski kalori sudah cukup.

Orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak, akibat ketidakseimbangan hormon leptin dan ghrelin ini.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore