
Ilustrasi cara tidur cepat dan nyenyak setiap malam.
JawaPos.com - Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang sama pentingnya dengan makan dan minum.
Menurut kemkes.go.id, saat tubuh beristirahat, terjadi proses pemulihan baik secara fisik maupun mental. Hal ini membuat seseorang merasa segar, bugar, dan siap menjalani aktivitas ketika bangun tidur.
Selain itu, tidur juga berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang anak dan remaja. Pada waktu tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang berfungsi mendukung perkembangan fisik serta kesehatan secara menyeluruh.
Kebutuhan tidur setiap orang tidak selalu sama. Berdasarkan informasi dari alodokter.com, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam per hari.
Sedangkan anak-anak dan remaja membutuhkan durasi tidur yang lebih lama, yaitu 8–10 jam setiap hari.
Banyak orang yang tanpa sadar sering mengabaikan waktu tidurnya karena tuntutan pekerjaan, aktivitas sosial, atau kebiasaan begadang.
Kelompok yang paling rentan mengalami kurang tidur biasanya adalah pekerja dengan jadwal padat, pelajar yang sering belajar hingga larut malam, serta pengguna gawai yang berlebihan.
Kurang tidur bukanlah hal sepele. Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, antara lain.
1. Mudah Sakit
Kurang tidur membuat sistem imun tubuh bekerja tidak maksimal. Padahal, ketika tidur cukup, tubuh memproduksi sitokin, yaitu senyawa yang membantu melawan infeksi bakteri dan virus. Jika kondisi ini dibiarkan, tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit.
Dalam jangka panjang, risiko terkena gangguan serius seperti diabetes dan penyakit jantung juga bisa meningkat.
2. Berat Badan Meningkat
Durasi tidur yang pendek berkaitan erat dengan perubahan metabolisme tubuh. Orang dewasa yang hanya tidur sekitar empat jam sehari cenderung merasa lebih lapar dan mudah tergoda makanan tinggi karbohidrat serta berkalori tinggi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa tidur kurang dari enam jam setiap malam meningkatkan risiko obesitas dibandingkan mereka yang memiliki waktu tidur normal, yakni 7–9 jam. Kondisi serupa juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja.
3. Sulit Konsentrasi
Tidur berperan besar dalam menjaga fungsi otak, termasuk kemampuan berpikir dan belajar. Saat seseorang kurang tidur, fungsi kognitifnya akan terganggu.
Efeknya bisa terlihat dari menurunnya tingkat perhatian, daya ingat jangka pendek, penalaran, hingga kemampuan memecahkan masalah.
Kondisi ini tentu bisa mengganggu produktivitas, baik di sekolah maupun di tempat kerja.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
