Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 00.23 WIB

Pakai Odol Kurang Efektif! Begini Cara Aman Hadapi Paparan Gas Air Mata saat Demo

Pengunjuk rasa bertahan dari tembakan gas air mata dari anggota kepolisian saat aksi 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Pengunjuk rasa bertahan dari tembakan gas air mata dari anggota kepolisian saat aksi 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gas air mata sering digunakan aparat untuk mengendalikan massa saat terjadi kerusuhan. Meski disebut “gas”, sebenarnya zat ini berbentuk partikel kimia padat yang disebarkan ke udara dalam bentuk kabut. Jenis yang paling umum adalah gas CS (chlorobenzylidenemalononitrile) dan CN (chloroacetophenone).

Begitu terhirup atau terkena kulit, gas air mata menimbulkan reaksi cepat, seperti mata terasa perih terbakar, pandangan kabur, hidung dan tenggorokan perih, sesak napas, batuk, hingga ruam pada kulit.

Efek tersebut biasanya berlangsung beberapa menit, tetapi tanpa penanganan yang benar bisa menimbulkan komplikasi lebih lanjut. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi paparan gas air mata, dirangkum dari Hellosehat.com, Alodokter.com, dan Cdc.gov, Minggu (31/8).

1. Segera Jauhi Sumber Paparan

Keluar dari zona terpapar secepat mungkin. Gas air mata lebih pekat di permukaan tanah, sehingga usahakan bergerak ke area terbuka atau tempat yang lebih tinggi dengan ventilasi udara baik.

2. Lepas Pakaian yang Terkena

Pakaian dapat menyimpan partikel gas. Segera lepaskan, sebaiknya dengan digunting agar tidak melewati kepala. Masukkan ke kantong plastik tertutup agar tidak menyebar kembali.

3. Gunakan Alat Pelindung

Dalam hal menghindari paparan gas air mata, Anda juga memerlukan beberapa alat yang dapat membantu seperti gas mask (topeng gas), escape hood dan safety goggles. Jika tidak ada, Anda bisa mengenakan kacamata hitam dan masker sebagai penggantinya.

4. Cuci Tangan dan Wajah dengan Sabun dan Air

Mandi dengan sabun dan air mengalir, termasuk wajah serta rambut, untuk menghilangkan residu kimia. Jangan gunakan air panas karena bisa membuka pori-pori kulit dan memperburuk iritasi.

5. Bilas Mata dengan Air atau Saline

Jika mata terkena gas tersebut, bilas selama 10–20 menit menggunakan air bersih atau larutan saline (NaCl 0,9%). Hindari menggosok mata. Untuk gas jenis CS yang sulit larut air, bisa menggunakan sabun lembut atau sampo bayi agar iritasi cepat berkurang.

6. Cari Pertolongan Medis Jika Parah

Jika gejala tidak mereda, seperti sesak napas hebat atau luka pada kornea, segera cari bantuan medis. Dokter mungkin memberikan terapi tambahan seperti obat tetes mata anestesi atau inhalator.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore