Ilustrasi secangkir teh (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang terbiasa menutup sesi makan besar dengan segelas teh, karena dianggap menyegarkan. Namun, kebiasaan ini sebenarnya menyimpan risiko kesehatan jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang.
Teh memang dikenal sebagai minuman kaya manfaat karena mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh. Tidak sedikit orang menjadikannya pilihan utama untuk menemani sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Akan tetapi, di balik manfaatnya, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Jika diminum pada waktu yang kurang tepat, teh justru bisa mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dari makanan yang kita konsumsi.
Berikut adalah beberapa dampak negatif yang bisa terjadi jika Anda minum teh segera setelah makan berat, seperti dilansir dari Halodoc:
1. Penyerapan Zat Besi jadi Terhambat
Sebuah penelitian berjudul Effect of Tea and Other Dietary Factors on Iron Absorption menjelaskan bahwa kandungan asam fitat yang ada pada teh dapat mengganggu proses penyerapan zat gizi pada tubuh.
Interaksi antara asam fitat pada teh disebut dapat menghambat penyerapan zat besi (Fe), seng (Zn) dan Magnesium (Mg). Tubuh yang seharusnya menyerap nutrisi tersebut justru akan kehilangannya.
Konsumsi air mineral lebih disarankan daripada teh, karena air terbukti dapat membantu proses pencernaan makanan. Terlebih lagi, tubuh juga memerlukan air per hari sebanyak 8 liter jadi pastikan kebutuhan air harian mu tercukupi.
2. Risiko Terkena Anemia
Dampak berkelanjutan jika tubuh kurang mendapat asupan zat besi adalah terjadinya anemia. Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah. Jika penyerapan zat besi terganggu, maka akan berpengaruh terhadap proses pembentukan sel darah merah.
Tubuh yang mengalami anemia akan mudah merasa lemas, capek dan terlihat pucat. Hal ini terjadi karena lemahnya distribusi oksigen ke seluruh tubuh, akibat dari kurangnya jumlah sel darah merah.
3. Meningkatkan Produksi Asam Lambung
Studi dari Association Between Tea Consumption and Gastroesophageal Reflux Disease menerangkan bahwa, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi teh dan risiko GERD secara keseluruhan.
Namun, beberapa penelitian subkelompok menduga kandungan kafein pada teh dapat menjadi faktor pemicu produksi asam lambung berlebih, yang akan mengakibatkan terjadinya masalah perut seperti GERD. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapat kesimpulan yang lebih tepat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
