Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 22.00 WIB

Sering Minum Teh Setelah Makan? Waspada 4 Bahaya Kesehatan Ini dan Ketahui Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsinya

Ilustrasi secangkir teh (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang terbiasa menutup sesi makan besar dengan segelas teh, karena dianggap menyegarkan. Namun, kebiasaan ini sebenarnya menyimpan risiko kesehatan jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang.

Teh memang dikenal sebagai minuman kaya manfaat karena mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh. Tidak sedikit orang menjadikannya pilihan utama untuk menemani sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Akan tetapi, di balik manfaatnya, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Jika diminum pada waktu yang kurang tepat, teh justru bisa mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dari makanan yang kita konsumsi.

Berikut adalah beberapa dampak negatif yang bisa terjadi jika Anda minum teh segera setelah makan berat, seperti dilansir dari Halodoc:

1. Penyerapan Zat Besi jadi Terhambat

Sebuah penelitian berjudul Effect of Tea and Other Dietary Factors on Iron Absorption menjelaskan bahwa kandungan asam fitat yang ada pada teh dapat mengganggu proses penyerapan zat gizi pada tubuh.

Interaksi antara asam fitat pada teh disebut dapat menghambat penyerapan zat besi (Fe), seng (Zn) dan Magnesium (Mg). Tubuh yang seharusnya menyerap nutrisi tersebut justru akan kehilangannya.

Konsumsi air mineral lebih disarankan daripada teh, karena air terbukti dapat membantu proses pencernaan makanan. Terlebih lagi, tubuh juga memerlukan air per hari sebanyak 8 liter jadi pastikan kebutuhan air harian mu tercukupi.

2. Risiko Terkena Anemia

Dampak berkelanjutan jika tubuh kurang mendapat asupan zat besi adalah terjadinya anemia. Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah. Jika penyerapan zat besi terganggu, maka akan berpengaruh terhadap proses pembentukan sel darah merah.

Tubuh yang mengalami anemia akan mudah merasa lemas, capek dan terlihat pucat. Hal ini terjadi karena lemahnya distribusi oksigen ke seluruh tubuh, akibat dari kurangnya jumlah sel darah merah.

3. Meningkatkan Produksi Asam Lambung

Studi dari Association Between Tea Consumption and Gastroesophageal Reflux Disease menerangkan bahwa, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi teh dan risiko GERD secara keseluruhan.

Namun, beberapa penelitian subkelompok menduga kandungan kafein pada teh dapat menjadi faktor pemicu produksi asam lambung berlebih, yang akan mengakibatkan terjadinya masalah perut seperti GERD. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapat kesimpulan yang lebih tepat.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore