Ilustrasi sariawan lama yang tak kunjung sembuh bisa jadi kanker mulut (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sariawan termasuk peradangan mulut umum yang ditandai luka kecil dan biasanya pulih sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Jika sariawan tidak kunjung sembuh hingga berbulan-bulan dan kondisinya semakin parah, kamu perlu waspada karena bisa jadi kanker mulut.
Luka sariawan biasa dan kanker mulut seringkali tampak mirip. Namun, ada cara untuk membedakan keduanya. Ketahui agar kamu dapat mengidentifikasi tanda-tandanya sedini mungkin.
Cara Membedakan Sariawan dan Kanker Mulut
Letak, ukuran, hingga durasi luka dapat diperhatikan untuk membedakan luka sariawan biasa dan kanker mulut. Mengutip Cleveland Clinic, berikut ciri-ciri yang perlu dicermati:
6. Kedalaman
Sariawan cenderung datar dan sedikit cekung. Sedangkan kanker mulut bisanya menonjol atau memiliki benjolan.
7. Rasa Nyeri
Nyeri serta iritasi biasanya muncul selama sariawan dan akan mereda. Luka kanker mulut juga bisa menyebabkan nyeri, tapi terkadang tidak selalu terjadi.
Studi 2021 yang dipublikasi Journal of Oral Diseases menemukan dua pertiga dari 1.000 peserta mengalami nyeri saat kanker mulut stadium lanjut atau ketika lidah sudah terdampak.
8. Durasi
Sariawan umumnya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Luka bisa jadi gejala kanker mulut jika bertahan lama dan justru makin parah seiring berjalannya waktu.
Tanda-Tanda Kanker Mulut
Ciri-ciri lain kerap muncul jika kamu memiliki luka terbuka yang ternyata kanker mulut. Dilansir Verywell Health, gejala lain kanker mulut, meliputi:
Beberapa orang bisa juga mengalami perubahan indera perasa atau mengalami pendarahan tidak normal di mulut. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami beberapa gejala yang menyertai sariawan.
Penyebab Kanker Mulut
Sariawan dapat terjadi karena kekurangan vitamin B12, makanan pedas atau asam, stres emosional, cedera pada lapisan mulut, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.
Adapun kanker mulut juga bisa disebabkan banyak hal antara lain pemakaian tembakau, baik rokok atau bentuk apa pun, juga konsumsi alkohol berlebih. Terutama jika keduanya dikonsumsi bersamaan.
Infeksi human papillomavirus (HPV) , khususnya HPV 16, dapat memicu kanker mulut. Begitu juga dengan kondisi genetik tertentu.
Faktor risiko kanker mulut lainnya, termasuk paparan sinar matahari terutama kanker mulut pada bibir, berat badan berlebih, dan usia. Kanker mulut umum terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
