Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 07.00 WIB

Hati-Hati! Sariawan yang Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Kanker Mulut, Ini Tanda-Tanda dan Cara Membedakannya

Ilustrasi sariawan lama yang tak kunjung sembuh bisa jadi kanker mulut (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Sariawan termasuk peradangan mulut umum yang ditandai luka kecil dan biasanya pulih sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Jika sariawan tidak kunjung sembuh hingga berbulan-bulan dan kondisinya semakin parah, kamu perlu waspada karena bisa jadi kanker mulut.

Luka sariawan biasa dan kanker mulut seringkali tampak mirip. Namun, ada cara untuk membedakan keduanya. Ketahui agar kamu dapat mengidentifikasi tanda-tandanya sedini mungkin.

Cara Membedakan Sariawan dan Kanker Mulut

Letak, ukuran, hingga durasi luka dapat diperhatikan untuk membedakan luka sariawan biasa dan kanker mulut. Mengutip Cleveland Clinic, berikut ciri-ciri yang perlu dicermati:

6. Kedalaman

Sariawan cenderung datar dan sedikit cekung. Sedangkan kanker mulut bisanya menonjol atau memiliki benjolan.

7. Rasa Nyeri

Nyeri serta iritasi biasanya muncul selama sariawan dan akan mereda. Luka kanker mulut juga bisa menyebabkan nyeri, tapi terkadang tidak selalu terjadi.

Studi 2021 yang dipublikasi Journal of Oral Diseases menemukan dua pertiga dari 1.000 peserta mengalami nyeri saat kanker mulut stadium lanjut atau ketika lidah sudah terdampak.

8. Durasi

Sariawan umumnya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Luka bisa jadi gejala kanker mulut jika bertahan lama dan justru makin parah seiring berjalannya waktu.

Tanda-Tanda Kanker Mulut

Ciri-ciri lain kerap muncul jika kamu memiliki luka terbuka yang ternyata kanker mulut. Dilansir Verywell Health, gejala lain kanker mulut, meliputi:

  • Kesulitan menelan, mengunyah, saat berbicara, atau menggerakkan rahang dan lidah
  • Mati rasa pada lidah, bibir, atau area mulut lainnya
  • Benjolan atau penebalan jaringan di bibir, pipi, atau mulut
  • Bercak putih atau merah di mulut
  • Pembengkakan, benjolan, atau nyeri pada rahang, leher, atau tenggorokan
  • Luka atau benjolan di bibir atau mulut yang tidak kunjung sembuh
  • Perubahan pada gigi seperti gigi yang mengendur
  • Terus-menerus merasa seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan
  • Sakit telinga atau sakit tenggorokan
  • Perubahan pada suara seperti suara menjadi serak yang berlangsung berminggu-minggu
  • Bau mulut parah meski kebersihan mulut dijaga baik
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui alasannya.

Beberapa orang bisa juga mengalami perubahan indera perasa atau mengalami pendarahan tidak normal di mulut. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami beberapa gejala yang menyertai sariawan.

Penyebab Kanker Mulut

Sariawan dapat terjadi karena kekurangan vitamin B12, makanan pedas atau asam, stres emosional, cedera pada lapisan mulut, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

Adapun kanker mulut juga bisa disebabkan banyak hal antara lain pemakaian tembakau, baik rokok atau bentuk apa pun, juga konsumsi alkohol berlebih. Terutama jika keduanya dikonsumsi bersamaan.

Infeksi human papillomavirus (HPV) , khususnya HPV 16, dapat memicu kanker mulut. Begitu juga dengan kondisi genetik tertentu.

Faktor risiko kanker mulut lainnya, termasuk paparan sinar matahari terutama kanker mulut pada bibir, berat badan berlebih, dan usia. Kanker mulut umum terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore