Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 00.42 WIB

Haid Datang Terlambat? Kenali 8 Penyebabnya Selain Hamil yang Penting Diketahui, Ladies Merapat!

Ilustrasi siklus haid. (Wayhomestudio/Freepik).

JawaPos.com – Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda. Rata-rata siklus haid adalah 28 hari, bahkan dapat berkisar dari 21 hingga 45 hari.

Siklus haid yang tidak muncul tepat waktu kerap dianggap sebagai tanda utama kehamilan. Namun, terlambatnya siklus menstruasi punya banyak kemungkinan lain selain kehamilan.

Jawapos telah merangkum berbagai kemungkinan yang bisa menjadi faktor di balik keterlambatan haid. Berikut adalah 8 alasan paling umum untuk membantu Anda mengatasinya.

  1. Stres

Stres berkepanjangan bisa mengganggu keseimbangan hormonal tubuh, yang dapat mengakibatkan terlambatnya siklus menstruasi.

Saat kita stres, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon yang disebut kortisol, yang bisa mengganggu produksi hormon yang dibutuhkan untuk periode haid.

Meski begitu, biasanya siklus haid akan kembali lancar setelah tingkat stres berkurang. Namun, stres kronis dapat berisiko menghentikan siklus haid. Oleh karena itu, Anda juga perlu memeriksa apakah stres yang Anda alami bersifat jangka pendek atau kronis.

  1. Ketidakseimbangan tiroid

Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat mengakibatkan siklus haid terganggu. Ketika kadar hormon tiroid terlalu rendah atau terlalu tinggi, ini bisa menyebabkan pendarahan menstruasi yang berkepanjangan, siklus anovulasi (siklus tanpa ovulasi), dan periode haid tidak teratur.

Bahkan dalam beberapa kasus, gangguan tiroid juga dapat menyebabkan menstruasi terhenti selama beberapa bulan, yang biasa disebut amenorrhea.

  1. Olahraga ekstrim

Pernahkah Anda melakukan olahraga ekstrim dan mungkin bertanya-tanya mengapa siklus menstruasi Anda datang terlambat?

Aktivitas fisik berlebihan dapat menghentikan siklus haid Anda karena menyebabkan metabolisme melambat, yang bisa mengakibatkan masa ovulasi berhenti ketika tubuh Anda berusaha menghemat energi.

  1. Penurunan atau kelebihan berat badan

Penurunan atau kelebihan berat badan ternyata juga bisa mempengaruhi siklus haid. Berat badan yang terlalu rendah atau gangguan makan bisa menghentikan ovulasi, yang membuat periode menstruasi menjadi tidak teratur.

Sementara itu, indeks massa tubuh (body mass index/BMI) yang tinggi dan obesitas juga bisa menyebabkan perubahan kadar hormon, khususnya estrogen dan progesteron, yang mengganggu siklus haid.  

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore